Showing posts with label ASEAN. Show all posts
Showing posts with label ASEAN. Show all posts

Friday, August 5, 2022

Atlet NPC Papua Raih Medali Emas Hingga Hari ke-5 Asean Para Games

National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Papua akhirnya berhasil memenuhi bahkan melampaui target yang mereka bidik pada ASEAN Para Games ke-11 di Solo, Jawa Tengah.

Hingga hari kelima, Kamis (4/8/22), atlet-atlet NPCI Papua sudah menggondol enam medali emas.

Sebelum ajang multievent olahraga digelar, Ketua Umum NPCI Papua, H. Jayakusuma, mengatakan jika memprediksikan lima medali emas bisa dibawa pulang.

“Kita prediksi medali yang bisa diraih saya berhitung ada lima medali emas, syukur-syukur bisa lebih. Mudah-mudahan bisa terwujud dan dipenuhi itu. Kita berharap mudah-mudahan semua atlet NPC Papua ini bisa berjuang maksimal. Kita juga sudah bertemu dengan pengurus dan menyampaikan untuk memberikan semangat mereka,” kata Jayakusuma.

Target lima medali emas itu akhirnya bisa dilampaui, di mana sampai hari kelima pertandingan di ASEAN Para Games ini, atlet-atlet NPCI Papua berhasil menyumbangkan enam medali emas.

Medali emas pertama dipersembahkan Marinus Yowei dan Menaser Numberi dari cabor renang nomor 4×100 meter medley relay putra. Dari cabor atletik, Dapiel Bayage sukses menyumbangkan medali emas lompat tinggi dan Maria Wilil juga memetik medali emas lempar lembing.

Dari panahan, Mahda Aulia juga berhasil menyumbangkan satu medali emas dari nomor beregu recurve. Dua medali emas menyusul dari Hana Resty di cabor tenis meja.

Tak hanya memperoleh enam medali emas, atlet NPCI Papua juga sudah menyabet tujuh medali perak dan tujuh medali perunggu hingga hari kelima ASEAN Para Games Solo.

Mereka masih berpotensi menambah pundi-pundi medali emas cabang olahraga renang, atletik, tenis lapangan kursi roda, dan sepak bola CP.

“Kita bersyukur atlet kita sudah meraih enam medali emas. Terima kasih untuk para atlet yang sudah berjuang dan berprestasi. Kita berharap di nomor-nomor yang tersisa masih ada medali emas lagi yang bisa diraih oleh atlet kita,” kata Jayakusuma.

Pada ASEAN para Games Solo kali ini, NPCI Papua mengirimkan 19 atletnya untuk memperkuat kontingen NPC Indonesia, di antaranya Hana Resti dan Ida Yanni (Tenis Meja), Dapiel Bayage dan Maria Willil (Atletik), Menaser Numberi, Marinus Melianus Jowei, Marlanda Oropa (Renang ), Rexus Ohee (Boccia), Efi Yikwa (Sepak bola Cerebral Palsy), Agus Fitriadi, Daryoko, Ndaru Patma Putri, Siti Hanna Komala Sari (Tenis Lapangan Kursi Roda), Mahda Aulia (Panahan), Yunia Winarni (Bulutangkis), Nurul Fadilah, Novia Larasati, Junaedi (Judo Tuna Netra), dan Alfrets Dien (Catur).

Friday, July 22, 2022

Kunjungan Jokowi ke China cerminkan netralitas ASEAN

Pengamat politik China Tang Qifang menilai kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi ke negaranya pada 25-26 Juli 2022 mencerminkan sikap netral negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara  atau ASEAN.

“Kunjungan Widodo ke China menunjukkan posisi netral dan seimbang negara-negara di Asia Tenggara yang diwakili oleh Indonesia terhadap China dan Amerika Serikat,” ujarnya, seperti dikutip media setempat, Jumat (22/7/2022).

Menurut dia, kunjungan Jokowi itu sangat penting bagi hubungan bilateral kedua negara, apalagi Jokowi bakal menjadi kepala negara pertama di dunia yang mengunjungi China pasca-Olimpiade Musim Dingin.

Di sela-sela Olimpiade yang digelar di Beijing pada awal Februari 2022, Presiden China Xi Jinping menerima kunjungan beberapa kepala negara dan kepala pemerintahan, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pada kunjungan mendatang, Presiden Jokowi akan diterima oleh Presiden Xi Jinping dan Perana Menteri Li Keqiang di Beijing.

“Kunjungan Widodo sangat penting karena dua kepala negara tidak bisa saling mengunjungi hampir tiga tahun akibat COVID,” kata Tang, peneliti pada China Institute of Internatonal Studies.

Ia memprediksi kunjungan Jokowi tidak hanya mendorong peningkatan kerja sama bilateral perdagangan dan ekonomi China-Indonesia dan China-ASEAN, melainkan juga mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas global.

“Kerja sama ekonomi dan perdagangan akan menjadi topik yang sangat penting. Kedua belah pihak kemungkinan besar akan membuat pencapaian praktis karena kerja sama semacam itu sangat dibutuhkan dalam pemulihan ekonomi bilateral dan regional,” kata Tang, seperti dikutip Global Times.

Meskipun momentum kerja sama China-Indonesia cukup kuat seiring dengan peningkatan volume perdagangan bilateral di tengah dampak COVID-19, Tang melihat Indonesia masih berada di bawah tekanan kenaikan harga bahan pokok internasional dan inflasi domestik.

Karena itu, menurut Tang, Indonesia ingin meningkatkan kerja sama dengan China untuk mempertahankan tren positif tersebut dan menciptakan lebih banyak kesempatan.

Data Kementerian Perdagangan China menunjukkan volume perdagangan China-Indonesia meningkat dari 30,8 persen menjadi 32,75 persen selama periode Januari-Maret 2022.

Ketika di Roma (2/2)

Jalan Romawi kuno melintasi bentang alam, dari Skotlandia hingga Mesopotamia, Rumania hingga Sahara. Dan jalan Romawi paling awal dibangun u...