Showing posts with label Pasien corona. Show all posts
Showing posts with label Pasien corona. Show all posts

Sunday, April 5, 2020

Mayoritas Masyarakat Indonesia Respon Negatif Kebijakan Pemerintah Tangani COVID-19

Suspect Corona COVID-19 di Indonesia yang Meninggal Jadi 3 Orang ...
Sumber: google.com
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan, dari hasil riset media sosial, masyarakat merespon negatif terkait kebijakan pemerintah dalam melawan wabah COVID-19.

Penelitian yang dilakukan di dalam kurun waktu satu bulan, yaitu pada peride 27 Februari-22 Maret 2020, dengan bahan total 145 ribu postingan atau tweet dari 135 ribu akun, menunjukan sentimen negatif terhadap penanganan COVID-19 pemerintah sebanyak 66,28 persen. Sementara sentimen positif hanya 33,72 persen.

"Dengan buzzer yang sudah dihilangkan sentimen negatif kepada terhadap pemerintah tinggi sekali sekitar 66,3 persen. Padahal dalam melawan pandemi pemerintah membutuhkan dukungan dari masyarakatnya," kata Ekonom Indef Didik J Rachbini dalam Webinar, Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, jumlah pasien yang terpapar Virus Corona atau COVID-19 di wilayah DKI Jakarta menyentuh angka 1.143 orang berdasarkan data dari laman resmi "www.corona.jakarta.go.id" pada Minggu pukul 11.00 WIB.

Angka kasus COVID-19 di Jakarta itu alami lonjakan dari data sebelumnya pada Sabtu (4/4/2020) yang mana jumlah kasus COVID-19 mencapai 1.071 orang.

Sementara itu, pasien yang mengalami rawat inap sebanyak 728 orang, atau bertambah 32 orang dari data sebelumnya, yakni 696 orang.

Pasien meninggal 111 orang, bertambah sebanyak 12 orang dari data sebelumnya, yakni 98 orang. Pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri sebanyak 246, bertambah 27 orang dari data sebelumnya, 219 orang.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2.502 orang terdiri dari 513 orang proses pemantauan dan 1.989 orang selesai pemantauan.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 2.056 orang terdiri dari 864 orang menjalani perawatan dan 1.192 orang dinyatakan sehat dan pulang.

Sementara itu, data nasional mencatat 2,092 orang positif COVID-19 terdiri dari 1.751 pasien dirawat, 150 pasien dinyatakan sembuh, dan 191 orang meninggal dunia.

Sumber: Akurat.co

Sunday, March 29, 2020

Pasien Corona Dikota Batam Meninggal Dunia

Diduga Meninggal Dunia Karena Virus Corona, 5 Pasien Ini Ternyata ...
Sumber: google.com
Pasien yang terpapar virus Corona ke tiga dikota Batam, Kepulauan Riau, meninggal dunia dini hari tadi.

"Ya, jam 1.45 WIB," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam.

Rencananya, Jenazah akan dimakamkan pagi ini sesuai dengan protokol kesehatan. Kasus ini menambah daftar korban meninggal dunia di Batam menjadi dua orang.

Mengenai kondisi pasien kedua yang sekarang masih dirawat di RS BP Batam, menurut Didi, kondisinya relatif baik.
Sebelumnya, pasien pertama meninggal dalam perawatan RSUD Embung Fatimah Batam, Minggu (22/3).

Sementara itu, pasien yang meninggal dini hari tadi berusia 47 tahun yang dirawat di RSUD Embung Fatimah.

Dalam keterangan pers, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam Amsakar Achmas mengatakan pasien ini baru melakukan perjalanan ke Jakarta, awal Maret 2019.
Amsakar bercerita pasien itu berangkat ke Jakarta, Senin (9/3), menggunakan pesawat udara untuk keperluan pekerjaan.

Pada Selasa (10/3), pasien itu menghadiri acara di Tanjungpriok yang dihadiri banyak orang, kemudian ke tempat pembuatan kapal, dan dilanjutkan ke kantornya untuk menghadiri rapat tertutup di Menara Bidakara.

Pasien kemudian melakukan kunjungan ke beberapa tempat di Jakarta dan kembali ke Batam pada Kamis (12/3) menggunakan pesawat terbang.

Keesokan harinya, pasien mengeluhkan tenggorokan gatal dan disertai badan tidak fit. Pada Sabtu (14/3), pasien mengalami demam dan mengonsumsi obat penurun panas. Kondisinya membaik hingga Minggu (15/3) dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Namun, pada Senin (16/3), pasien kembali merasa demam dan sempat diisolasi di rumah sakit. Dan keesokannya dilakukan pemeriksaan rontgen dan laboratorium, dan diizinkan pulang ke rumah.
Baru pada Rabu (18/3), pasien kembali ke rumah sakit untuk pengambilan sampel swab, karena gejala yang timbul mengarah pada pnemonia.

"Pada Senin (23/3), diterima hasil swab dari BTKL kesimpulan, terkonfirmasi positif," kata dia.

Sumber: google.com

Sunday, March 8, 2020

Pasien Suspect COVID-19 atau Virus Corona di Riau Sebanyak 6 Orang

Image result for pasien corona virus di indonesia
Sumber: google.com

Pasien yang berstatus terduga atau “suspect” COVID-19 atau Virus Corona sebanyak 6 orang kini sedang menjalani proses Observasi di fasilitas kesehatan rujukan di provinsi Riau, karena menunjukkan gejala tertular virus mematikan tersebut.

"Data Pasien suspect COVID-19 di Riau per 8 Maret 2020 ada enam orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Nazir di Pekanbaru, Senin (9/3/2020).

Ia menjelaskan ada empat Pasien dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru, satu Pasien di RSUD Dumai dan satu Pasien lagi di RSUD Puri Husana Indragiri Hilir.

Menurut dia, semua Pasien terduga sudah dirawat di ruang isolasi, dan diambil sampel swab untuk diteliti di lab Penelitian Pengembangan Kesehaten (Litbangkes) Kementerian kesehatan di Jakarta.

"Kondisi Pasien dalam Observasi di ruangan isolasi RS dan sudah diambil swab sampel yang dikirim ke Litbangkes Kemenkes RI," ujarnya.

Ia mengatakan untuk meminimalisir kontak langsung dengan orang banyak secara standar operasi Pasien ditempatkan di ruangan isolasi meskipun belum diketahui apakah Pasien positif corona.

Direktur RSUD Arifin Achmad, dr. Nuzelly Husnedi mengatakan fasilitas kesehatan milik Pemprov Riau tersebut mulai menangani seorang Pasien dari Pekanbaru tersebut sejak Selasa (3/3/2020). 

"Kami sudah mengambil sampel Swap Pasien untuk diteliti. Sampel tersebut sudah dikirim ke Puslitbangkes di Jakarta pada pekan lalu," jelasnya. 

Menurut dia, proses penelitian sampel Pasien ternyata memakan waktu lama karena banyak sampel dari Pasien terduga COVID-19 lainnya yang masuk.

Sedangkan, pemerintah hanya mengizinkan penelitian sampel untuk penyakit tersebut di Puslitbangkes.

“Ternyata yang antre banyak.” Ujarnya
Sumber: Akurat.co


Thursday, March 5, 2020

Pasien Suspect Virus Corona atau Covid- 19 Sudah Mencapai 9 orang

Image result for RSIP Sulianti saroso
Sumber: google.com


Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, mencatat hingga hari Kamis, pasien suspect virus corona atau covid- 19 sudah mencapai 9 orang. Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menyebut 9 pasien tersebut termasuk diantaranya dua pasien positif corona dan dua pasien yang baru diterima kemarin.

"Pasien kita ada sembilan, dan Rabu kemarin pada siang hari masuk satu, kemudian malam masuk satu lagi," ujar Syahril di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Syahril menjelaskan, dua dari Pasien baru tersebut datang dari satu posko pengaduan dan satu rumah sakit swasta dikarenakan memiliki gejala serupa dan tidak kunjung sehat selama seminggu.

Dua Pasien tersebut menggantikan satu Pasien warga negara asing yang telah dinyatakan sembuh, dan satu warga negara Indonesia yang tidak memerlukan ruang isolasi lagi.

Sementara, satu dari Pasien baru yang datang dari rumah sakit swasta dalam kondisi perlu perawatan karena berusia lanjut dan memerlukan alat bantu pernapasan ventilator.

"Jadi umurnya 65 tahun, dan ini ada memang kurang baik keadaannya. Tetapi dari delapan lainnya yang ada alhamdulillah semuanya stabil, baik," kata dia.

Kemudian kondisi dua Pasien dengan positif Covid-19, Syahril menyebut kondisinya tak ada demam, sesak napas, dan nyeri tenggorakan. "Masih batuk-batuk kecil saja," ujar dia.

Ia mengatakan, seluruh Pasien baik yang suspect maupun positif Covid-19 di ruang isolasi mendapatkan perawatan yang sama sesuai standar.
"Hal itu dilakukan agar tak terjadi penularan dan untuk meningkatkan imunitas tubuh Pasien itu sendiri," tutupnya.

Sumber: Akurat.co

Ketika di Roma (2/2)

Jalan Romawi kuno melintasi bentang alam, dari Skotlandia hingga Mesopotamia, Rumania hingga Sahara. Dan jalan Romawi paling awal dibangun u...