Showing posts with label distrik kuyawage. Show all posts
Showing posts with label distrik kuyawage. Show all posts

Friday, August 5, 2022

Pemda Lanny Jaya Kirim 11 Tenaga Medis ke Distrik Kuyawage

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya di Provinsi Papua pada Kamis mengirim tim yang terdiri atas 11 tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak kekeringan di Distrik Kuyawage.

“Hari ini kami memberangkatkan peralatan medis dengan tenaga, sudah terjun di sana untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Penjabat Bupati Lanny Jaya Petrus Wakerkwa di Wamena, Kamis dilansir Antara

Ia mengatakan bahwa pemerintah kabupaten akan mengatur penugasan tenaga medis di Distrik Kuyawage. Setelah bertugas selama beberapa minggu, tim medis akan ditarik dan diganti dengan tim yang lain.

“Kita sudah atur itu setiap beberapa minggu sekali akan diganti,” kata Petrus.

Penjabat Bupati mengatakan bahwa ada empat orang yang dilaporkan meninggal dunia di Distrik Kuyawage, tetapi belum diketahui pasti penyebabnya.

“Untuk kebenarannya kami belum menerima laporan tertulis atau laporan dari lapangan apakah meninggal karena bencana atau alami,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa selain mengirim tim medis, pemerintah kabupaten membentuk posko penanganan dampak bencana dan menyalurkan bantuan bahan makanan kepada 548 kepala keluarga yang terdampak kekeringan di Distrik Kuyawage.

“Kami telah membentuk posko darurat. Saya ketua, dibantu Dandim Jayawijaya, Kapolres Lanny Jaya, Sekda Lanny Jaya, dan beberapa (pejabat) bidang lain,” katanya.

Selain mendirikan posko, dia mengatakan, pemerintah daerah berencana membuka rekening bantuan untuk memudahkan penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak bencana.

Kepala Kepolisian Resor Lanny Jaya AKBP Umar Nasatekay mengatakan, kepolisian resor bersama komando rayon militer siap membantu pendistribusian bantuan ke Kuyawage.

​​​​​​”Kita selalu antar ke sana, jalan darat, antar sampai Pegunungan Kuyawage. Barang ditampung di situ, nanti dibagi sama gembala-gembala gereja. Kita baru sampai di Pegunungan Kuyawage, belum sampai masuk ke sana tetapi kita tetap pantau,” katanya.

Komandan Distrik Militer 1702/Jayawijaya Letkol CPN Atenius Murip mengatakan bahwa TNI juga siap membantu pemerintah daerah mengangkut bantuan ke daerah terdampak bencana.

“Kita akan mengangkut bantuan dari Wamena (Kabupaten Jayawijaya)-Lanny Jaya dan kami akan distribusikan,” katanya.

Monday, August 1, 2022

Pemkab Lanny Jaya Pasok 8,9 Ton Beras Pasca Hujan Es di Distrik Kuyawage

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua, telah mengirim atau memasok 8,9 ton beras untuk warga yang terkena bencana kekeringan di Distrik Kuyawage.

Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Lanny Jaya Tendien Wenda melalui telepon, Kamis, mengatakan pihaknya baru mengetahui adanya kekeringan di distrik itu.

“Kami, pemerintah daerah, telah mengambil langkah untuk mengatasinya. Beras 8,9 ton yang sudah diturunkan dengan sembilan bahan pokok lengkap. Sudah dikirim ke Kuyawage,” katanya dilansir Antara Sabtu (30/7/2022).

Sekda mengatakan bencana kekeringan ini berada pada skala sedang atau berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang cukup parah.

Walau demikian, setelah memperoleh informasi dari warga, pemerintah langsung membentuk tim untuk turun ke distrik.

Dari hasil ke lapangan, diketahui empat kampung di Kuyawage yang terdampak.

“Masyarakat terdampak itu 500 jiwa di Distrik Kuyawage, 61 orang sakit sehingga kami, pada Senin, akan rapat dan turunkan kekuatan penuh Dinkes dan peralatan lengkap,” katanya.

Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan penanganan lebih lanjut sebab biasanya setelah bencana kekeringan, akan diikuti dengan hujan es.

“Kalau hujan es turun maka semua tanaman yang sudah kering, bahkan ubi atau keladi yang ada di dalam tanah itu membusuk dan bau. Itu yang biasanya membuat masyarakat mengungsi ke daerah Puncak, Puncak Jaya, Lanny Jaya dan sekitarnya,” katanya.

Monday, July 25, 2022

Selain Kebun Warga Kekeringan, Kepala Distrik Kuyawage: Hujan Es sebabkan kulit Hewan Ternak Terkelupas

Kepala Distrik Kuyawage Melkias Telenggen membenarkan banyak kebun warga di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, rusak karena hujan es. Telenggen menyatakan hujan es itu membuat kebun warga kekeringan, dan membuat kulit ternak mengelupas.

“Benar terjadi hujan es mengakibatkan kerugian warga. Semua perkampungan di Distrik Kuyawage mengalami hujan es yang membuat kebun warga mengering,” kata Telenggen saat dihubungi Jubi melalui panggilan telepon pada Sabtu (23/7/2022).

Ia menyatakan hujan berupa bola atau serpihan es itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban terluka. Akan tetapi, kebun warga kekeringan, sehingga warga Distrik Kuyawage kesulitan mencari bahan makanan.

Telenggen menyatakan ubi yang masih ditanam di dalam tanah saat ini terlihat baik, namun biasanya akan rusak dalam dua pekan setelah hujan es terjadi. “Daun ubi yang biasanya digunakan untuk pakan ternak rusak karena kekeringan,” katanya.

Menurutnya, hewan ternak warga, biasanya berupa babi, juga terdampak. Hewan ternak yang tidak berada di kandang saat hujan serpihan es terjadi kulitnya mengelupas. Sementara hewan ternak yang berada di kandang saat hujan es tetap dalam kondisi sehat. Akan tetapi, ketersediaan pakan ternak diperkirakan akan semakin berkurang.

Telenggen memperkirakan warga akan kekurangan bahan makanan pada Agustus hingga Oktober mendatang. “Saya prediksi berdasarkan pengalaman yang lalu, pada bulan Agustus hingga Oktober masyarakat akan mengalami kelaparan,” kata Telenggen.

Telenggen mengatakan saat ini warga secara mandiri mulai berbelanja bahan makanan “Masyarakat Kuyawage mereka ambil bahan makanan dari Kabupaten Lanny Jaya, menggunakan uang pribadi untuk mengangkut bahan makanan. Kami mengharapkan ada bantuan [dari pemerintah],” katanya.

Menurut Telenggen, Pemerintah Distrik Kuyawage dan gereja setempat tengah menyusun proposal permintaan bantuan bahan makanan yang akan dikirimkan kepada Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, maupun pemerintah kabupaten tetangga seperti Puncak dan Nduga.

Telenggen menyatakan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya akan menurunkan tim untuk meninjau dampak hujan serpihan es di Kuyawage pada Minggu (24/7/2022) besok.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari semua pihak, sebab dampak hujan es akan kami rasakan dalam dua bulan mendatang. Pada tahun 2015, kami mengalami hujan es yang membuat perkebunan warga rusak, dan ternak mati. Saat itu pemerintah membantu kami dengan makanan, minuman, dan pakaian,” katanya.

Friday, July 22, 2022

Hujan es membuat kebun warga di Kuyawage kekeringan

Hujan es yang melanda di Distrik Kuyawangi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua pada pekan lalu telah merusak kebun warga setempat. Hujan es membuat tanaman pangan di kebun warga rusak karena kekeringan, sehingga panenan pada musim ini terancam gagal. Pemerintah daerah setempat diminta mengantisipasi ancaman kelaparan di sana.

Salah satu warga Distrik Kuyawage, Nipson Murib mengatakan hujan berupa es yang terjadi di wilayahnya pada pekan lalu membuat kebun para warga kekeringan. Menurut Murib, fenomena yang berkaitan dengan cuaca itu biasanya terjadi dua tahun sekali.

“Hujan es berdampak kepada tanaman masyarakat. Sayur-sayuran segar [menjadi] kering, ubi-ubi yang besar akan berair [dan] tidak bisa dikonsumsi lagi,”katanya.

Murib mengatakan para warga Distrik Kuyawage membutuhkan kiriman bahan makanan. “Saat ini tanaman warga di Kuyawage mengalami kekeringan. Selain tanaman, biasanya  pohon-pohon juga mengalami kekeringan akibat hujan es. Warga membutuhkan cadangan makanan,” katanya.

Murib mengatakan Kuyawage berada di antara tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Nduga, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Lanny Jaya. Ia berharap pemerintah ketiga kabupaten itu dapat membentuk tim untuk menyalurkan bahan makanan bagi warga Kuyawage.

“Kami sementara mendata kondisi masyarakat di lapangan. Kami bersama pemuda dan mahasiswa di Jayapura akan membuka pos bantuan untuk masyarakat yang mengalami musibah di Kuyawage,”katanya.

Ketika di Roma (2/2)

Jalan Romawi kuno melintasi bentang alam, dari Skotlandia hingga Mesopotamia, Rumania hingga Sahara. Dan jalan Romawi paling awal dibangun u...