Showing posts with label Covid-19. Show all posts
Showing posts with label Covid-19. Show all posts

Friday, August 5, 2022

Perbaikan indikator penanganan Covid-19 mulai dari RT/RW

Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey mengatakan, perbaikan indikator penanganan Covid-19 dimulai dari lingkungan RT dan RW untuk mencegah penyebarannya semakin meluas.

“Ini sangat penting dilakukan, karena hanya ketua RT dan RW yang memahami kondisi warganya masing-masing, yaitu dengan meningkatkan sosialisasi protokol kesehatan dan memakai masker,” ujar Pekey di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (5/8/2022).

Dikatakan Pekey, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura, hingga Kamis (4/8/2022), warga yang terpapar Covid-19 sebanyak 63 orang.

“[Kasus Covid-19] Mulai naik. Saya minta kesadaran dan kepedulian warga untuk bersama-sama bertanggung jawab memutus penyebaran Covid-19 ini demi kebaikan kita semua,” ujarnya.

Dikatakannya, indikator penanganan pandemi harus terus konsisten sehingga warga tidak kembali terpapar oleh virus yang menyebar melalui pernafasan, karena nantinya berdampak pada pembatasan aktivitas.

“Sangat penting pencegahan dimulai dari RT dan RW. Kalau ada warga mengalami gejala-gejala seperti Covid-19, segera diminta untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Bukan hanya ketua RT dan RW, tapi juga lurah dan kepala distrik,” jelasnya.

Pekey menambahkan, Pemkot Jayapura gencar melakukan vaksinasi, yang bertujuan untuk membuat sistem kekebalan tubuh seseorang mampu mengenali dan dengan cepat melawan bakteri atau virus penyebab infeksi.

“Tujuan yang ingin dicapai dengan pemberian vaksin Covid-19 adalah menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat virus ini. Vaksin Covid-19 ini sangat penting supaya kita tetap aman dan nyaman beraktivitas,” ujarnya.

Pekey minta partisipasi warga untuk mendukung langkah pemerintah daerah dan satgas covid-19 dalam penanganan pandemi ini, yaitu ikut mensosialisasikan protokol kesehatan dan vaksinasi sehingga sama-sama aman dari paparan Covid-19.

Thursday, August 4, 2022

Pandemi Covid-19, PDAM Jayapura raih apresiasi penghargaan dari berbagai pihak

Di tengah pandemi Covid-19, justru kinerja PDAM Jayapura, Provinsi Papua terus meningkat signifikan secara maksimal berkaitan aspek finansial atau keuangan dengan memperoleh laba.

“Alhamdulillah, kinerja perusahaan terus meningkat di masa pandemi Covid-19 ,” ujar Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna di Kantor PDAM Jayapura, Kamis (4/8/2022).

Dikatakannya, pada 2019 PDAM Jayapura memperoleh laba Rp2 miliar, 2020 laba Rp2,5 miliar, dan 2021 sebanyak Rp3,6 miliar. Sementara kontribusi PAD Rp700 juta pada 2021, dengan target Rp1 miliar pada 2022.

Atas kinerja membaik di masa pandemi Covid-19, PDAM Jayapura memperoleh penghargaan dari BPK RI Perwakilan Papua tentang perusahaan berkinerja sehat atas audit 2021.

“Dari Pemkot Jayapura kami dapat penghargaan sebagai penyetor pajak untuk kontribusi PAD. Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui penyediaan air bersih,” ujarnya.

Dikatakannya, pandemi Covid-19, PDAM Jayapura raih apresiasi penghargaan secara nasional, di antaranya dengan menyabet 4 kategori penghargaan top BUMD Award 2022.

“Pertama, bintang 4 atau sangat baik, top CEO BUMD, top pembina BUMD. Berkat motivasi dari pembina, meningkatkan performa perusahaan, top BUMD kategori baik rating bintang 4 (kinerja tukang ledeng mampu angkat performa perusahaan, penghargaan khusus mampu memberikan kontribusi keberhasilan di PON XX 2021,” ujarnya.

Entis berharap, pengembangan inovasi usaha, pengembangan aplikasi PDAM pintar untuk membantu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik sambungan baru maupun membayar tagihan air.

“Ink merupakan langkah nyata terhadap performa PDAM. Kami juga berupa melakukan komputerisasi terhadap pelayanan, baik keuangan, manajemen, dan layanan permasalahan,” ujarnya.

Entis berharap dukungan masyarakat khususnya pelanggan PDAM Jayapura agar taat membayar tagihan air, tidak merusak pipa air, tidak melakukan pencurian air, dan tidak menebang hutan.

Tuesday, September 8, 2020

Kasus Positif Covid-19 di Jawa Barat Bertambah Menjadi 12.709

Update 7 September, Positif Covid-19 DKI Jakarta Bertambah 1.046 Jadi  47.379 Orang
Sumber: google.com

Pada hari Senin 07 September 2020, Jawa Barat kembali mengalami kenaikan kasus positif Covid-19 hingga 204 kasus. Total kasus positif Covid-19 di Jawa Barat menjadi 12.709.  

Dari angka tersebut, terdapat 5.786 orang positif Covid-19 yang masih berada dalam masa isolasi atau perawatan. Meningkat 116 orang dibanding kemarin.

Sementara itu, jumlah pasien positif yang telah dinyatakan sembuh pada hari Senin bertambah menjadi 88 orang. Total semua pasien yang dinyatakan sembuh berjumlah 6.642 orang.

Untuk jumlah pasien positif yang meninggal dunia di Jabar, per-hari ini berjumlah 281 orang. Angka ini tidak mengalami peningkatan dalam dua hari terakhir.

Sementara kontak erat kasus Covid-19 di Jabar secara kumulatif hari ini ada sebanyak 41.375 kasus. Sebanyak 6.185 orang di antaranya masih menjalani masa karantina. Kontak erat merujuk pada orang yang memiliki kontak langsung dengan kasus probabel ataupun kasus positif Covid-19.

Untuk jumlah suspek, di Jabar hingga hari ini ada sebanyak 73.292 orang. Sebanyak 1.991 orang di antaranya masih berada dalam masa isolasi atau dalam perawatan. Suspek merujuk pada orang yang memiliki gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) dan memiliki riwayat tinggal di daerah transmisi lokal Covid-19 dan atau memiliki kontak dengan pasien positif Covid-19.

Sementara jumlah kasus probabel di Jabar saat ini berjumlah 981 kasus. Dari angka tersebut, sebanyak 87 orang masih berada dalam masa isolasi atau dalam perawatan. Sebanyak 299 dinyatakan sembuh, dan 595 orang lainnya meninggal dunia.

Adapun kasus probabel adalah kasus dimana seseorang memiliki ISPA berat dan memiliki gambaran gejala Covid-19. Mereka belum mendapatkan konfirmasi tes PCR.


Sumber: Ayobandung.com

80% dari 177 Pegawai Pemkot Bandung Dinyatakan Positif Covid-19 Tanpa Gejala Klinis

117 Pegawai di Lingkungan Pemkot Bandung Positif Covid-19
Sumber: google.com

Sebanyak 117 pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bandung dinyatakan positif Covid-19. Setelah melakukan pemeriksaan swab masif yang menyasar 3.000 pegawai Pemkot Bandung sejak tanggal 27 Agustus 2020.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Bapelitbang) Kota Bandung sekaligus Koordinator Bidang Evaluasi, Data, Kajian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, ke-117 pegawai tersebut berasal dari 39 organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Kota Bandung.

"(Pengetesan) direncanakan dilakukan ke 62 OPD, sampai sekarang sudah 39 OPD (yang dites) dengan lebih dari 1.900 pemeriksaan. Yang terkonfirmasi 117 orang. Tidak hanya ASN, tapi pegawai di lingkungan Pemkot Bandung," ungkapnya ketika dihubungi via sambungan telepon, Senin (7/9/2020).

Dari 177 pegawai yang positif Covid-19 tersebut lebih dari 80% tidak memiliki gejala klinis apapun. Karena itu, mayoritas saat ini menjalani isolasi mandiri.

"Kebanyakan OTG (orang tanpa gejala), mereka pada ngantor. Lebih dari 80% tidak menunjukan gejala," ungkapnya.

Pihak Dinas Kesehatan Kota Bandung saat ini juga telah memilah data para pegawai yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan domisilinya, apakah merupakan warga Kota Bandung atau bukan. Penelusuran kontak dekat atau contact tracing juga tengah dilakukan.

"Setiap satu kasus dilacak, semua yang pernah kontak erat dilacak. Belum ada klaster, tapi ini transmisi lokal,saling menularkan. Bukan berasal dari pertemuan," ungkapnya.

Adapun pengetesan swab masif tersebut hingga saat ini masih terus dilakukan. Pengetesan menyasar 3.000 pegawai dari 62 OPD yang terdiri atas 30 kecamatan dan 32 satuan kerja perangkat daerah. Di masing-masing OPD akan diperiksa 50 orang perwakilan yang dianggap memiliki mobilitas paling tinggi dan paling berpotensi tertular Covid-19. 


Sumber: Ayobandung.com

Monday, September 7, 2020

Ridwan Kamil Mengapresiasi PUPR dan Jasa Marga Terkait Penundaan Kenaikan Tarif Tol

Gubernur Ridwan Kamil Minta Jasa Marga Tunda Kenaikan Tarif Tol Cipularang  dan Cileunyi
Sumber: google.com

Ridwan Kamil Gurbernur Jawa Barat (Jabar) mengapresiasi keputusan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta PT Jasa Marga (persero) Tbk yang menunda penyesuaian kenaikan semua golongan tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi.

Penundaan penyesuaian tarif dilakukan atas pertimbangan kondisi sosial ekonomi dalam masa pandemi Covid-19. Panundaan penyesuaian tarif mulai berlaku pada Senin, 7 September 2020 pukul 00.00 WIB.

"Atas nama Warga Jabar, saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR dan Jasa Marga yang menunda penyesuaian tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi untuk semua golongan kendaraan," kata Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil, Senin (7/9/20). 

Kang Emil mengatakan, keputusan tersebut merupakan langkah bijak di tengah pandemi COVID-19. Ia pun menyebut langkah Jasa Marga sebagai bentuk bela negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melawan COVID-19. 

"Dengan penundaan penyesuaian tarif tersebut, saya harap ekonomi Indonesia, khususnya Jabar, kembali pulih setelah terpuruk COVID-19," ucapnya. 

Menurut Kang Emil, masyarakat Jabar tentu akan merespons positif keputusan Jasa Marga tersebut. Sebab, banyak warga Jabar yang keberatan dengan penyesuaian tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi. Ujar Kang Emil.

"Banyak masyarakat yang keberatan dengan penyesuaian tarif tol di saat pandemi. Aduan itu masuk ke media sosial pribadi saya. Maka, saya apresiasi keputusan Jasa Marga dan Kementerian PUPR untuk menunda penyesuaian tarif tol," katanya. 


Sumber: Ayobandung.com

Saturday, September 5, 2020

Untuk Meringankan Warganya di Tengah Pandemi, Inilah 7 Relaksasi Pajak dari Kota Bandung

Pandemi Covid-19, Berikut 7 Relaksasi Pajak Pemkot Bandung – JurnalMedia |  Situs Berita Terkini
Sumber: google.com

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada ekonomi warga kota Bandung. Hal itu juga berdampak terhadap pendapatan pajak yang sebagian besar didapat pada sektor jasa dan perdagangan. 

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Arief Prasetya mengaku, saat ini telah menurunkan target raihan karena merosotnya angka pendapatan pajak.

“Awalnya target kita adalah Rp2,7 triliun. Triwulan satu masih melampaui target. Masuk triwulan dua saat ini luar biasa drop. Padahal targetnya Rp360 miliar,” jelas Arief saat Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (23/6/2020).

Arief pun meminta keringanan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menyesuaikan target pajak. Saat ini, target pajak Kota Bandung menjadi Rp2,2 triliun. Di triwulan dua, target pajak disesuaikan menjadi Rp111 miliar. BPPD pun mampu melampaui sampai Rp186 miliar per 23 Juni 2020.

“Tapi pandemi ini belum berakhir. Banyak hotel dan restoran yang tutup dan berakibat pada sektor hiburan. Maka di sektor hiburan targetnya kita nolkan, karena karoke, spa, itu tutup,” jelasnya.

saat ini Kota Bandung hanya mengandalkan perolehan pajak dari 3 sektor saja, yaitu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Bajak Penerangan Jalan (PJJ). Ketiga sektor tersebut dipandang tidak akan berubah selama pandemi Covid-19.

Namun dalam pelaksanaan pemungutan pajak, Arief pun memberikan stimulus berupa keringanan-keringanan dalam pembayaran. BPPD Kota Bandung telah menetapkan tujuh relaksasi untuk meringankan masyarakat membayar PBB.

1. NJOP Menyesuaikan? Tenang, Pemkot Bandung Beri Stimulus

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah menyatakan bahwa besaran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) ditetapkan setiap tiga tahun. Terakhir kali Pemkot Bandung melakukan penyesuaian NJOP adalah tahun 2017. 

Maka, tahun 2020 Pemkot Bandung perlu melakukan penyesuaian lagi agar tidak ada perbedaan yang jauh antara NJOP dengan harga pasar. Tahun ini, BPPD melakukan penyesuaian angka NJOP sebesar 55%.

“Namun, warga tak perlu khawatir sebab BPPD memberikan stimulus PBB sebesar 100%. Artinya tahun ini warga Bandung akan membayar PBB sejumlah yang mereka bayar tahun 2019,” terang Arief.

Sedangkan untuk tahun depan, Aried menjamin akan tetap memberikan stimulus dengan besaran yang menyesuaikan perkembangan ekonomi Kota Bandung. Stimulus ini bertahap dan berjenjang.

“Ini merupakan perhatian kita pada masyrakat yang sedang mengalami pandemi,” imbuhnya.

2. Bebas Denda Pajak untuk Tunggakan sampai 2017

BPPD menggratiskan denda tunggakan pajak 2017 sampai 2020. Warga yang masih menunggak PBB bisa langsung melunasi kewajibannya tanpa harus khawatir akan terkena denda.

“Untuk wajib pajak akan bayar PBB, misalnya di tahun 2017 dan 2018 belum bayar PBB, silakan bayar pokoknya saja. Itu namanya sunset policy, kita bebaskan itu sehingga masyarakat bisa membayar pokoknya saja,” ujar Arief lagi.

3. PBB Gratis untuk Warga Miskin 

Pemkot Bandung menggratiskan PBB untuk warga miskin dengan nilai PBB di bawah Rp100.000. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk keberpihakan Pemkot Bandung kepada warga menengah ke bawah.

“Silakan bapak ibu cek ke kantor UPT kami, sudah kami cap lunas,” tuturnya.

4. PBB Gratis untuk Veteran. Diskon untuk Pensiunan

Pemkot Bandung juga menggratiskan PBB untuk para pejuang kemerdekaan. Para veteran yang ingin memanfaatkan fasilitas ini bisa mengajukan kepada Pemerintah Kota Bandung.

“Veteran pejuang kemerdekaan, 100% bebas apabila mengajukan. Kalau veteran merasa keberatan silakan mengajukan. Pensiunan ASN, BUMN, BUMD, TNI, Polri juga mendapat keringanan. Ada yang 25%, 40%, ada beberapa,” jelasnya.

5. Bayar PBB dengan Sampah, Hanya di Kota Bandung

Jika warga kesulitan membayar PBB, BPPD Kota Bandung juga membolehkan warga membayar kewajibannya dengan menggantinya dengan sampah. Warga bisa membuka rekening di bank sampah mandiri yang ada di wilayahnya. 

Jika saldo tabungannya sudah mencukupi, maka bank sampah akan melakukan autodebet untuk membayarkan PBB.

“Jadi misalnya sehari bisa mengumpulkan plastik, kardus, kaleng, lalu ditukar ke bank sampah misalnya jadi Rp8.000, begitu terus setiap hari sampai cukup saldonya, maka akan langsung autodebet.. Kalau saldonya belum cukup sampai jatuh tempo, bisa ditambah (dengan uang). Lebih meringankan, kan,” ucap Arief.

6. T-PBB alias Tabungan PBB

Jenis pembayaran melalui tabungan juga bisa dilakukan di Bank BJB melalui T-PBB. Wajib pajak bisa melakukan setoran ke bank dengan mencicil hingga jatuh tempo. Jika saldo tabungan sudah mencukupi untuk membayar PBB, bank akan melakukan autodebet.

“Sama dengan melalui bank sampah, kalau saldonya masih kurang sampai jatuh tempo, kekurangannya juga bisa ditambah,” imbuhnya.

7. Tanggal Jatuh Tempo Mundur

Kabar gembira lainnya adalah mundurnya jatuh tempo pembayaran PBB. Biasanya, jatuh tempo PBB terjadi di akhir bulan September.

“Tahun ini kami beri perpanjangan sampai 31 Oktober 2020,” ucap Arief.  


Sumber: Ayobandung.com

Apa yang Membuat UMKM Dapat Bertahan Di Tengah Pandemi?

Resep Bertahan Saat Pandemi Ala Arief Yahya - Ekonomi Bisnis.com
Sumber: google.com

Dampak dari pandemi Covid-19 berdampak pada hampir seluruh di aspek kehidupan warga Indonesia, termasuk di sektor ekonomi. International Monetary Fund (IMF) bahkan memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di angka -1,0.

Dari kondisi tersebut, salah satu sektor yang paling terdampak adalah UMKM. Sektor ini juga dinilai paling harus diperhatikan karena 97% lapangan pekerjaan masyarakat Indonesia berada di sektor ini.

"Sebagian besar warga negara kita pelaku ekonominya di UMKM, walapun kontribusi di PDB baru 60%, tapi mayoritas lapangan pekerjaan warga ada di sektor ini. Untuk itu, perkembangannya selama pandemi harus jadi perhatian," ungkap Asisten Deputi Permodalan Kementerian Koperasi dan UKM RI Viksi dalam webinar “UMKM Tangguh Ekonomi Tumbuh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru” yang digelar oleh Bank Indonesia, Rabu (1/7/2020).

Direktur Inovasi dan Korporasi Universitas Padjajaran Diana Sari mengatakan, berdasarkan hasil penelitian Unpad, sebanyak 81% UMKM di Indonesia mengalami gangguan arus kas selama pandemi Covid-19. Bahkan, 50% UMKM telah merumahkan sejumlah pegawainya untuk menghemat biaya operasional.

"Bila hingga Agustus tidak ada treatment dari pemerintah, tentunya UMKM akan berada dalam masalah yang sangat besar," ungkapnya.

Meski demikian, di tengah situasi tersebut, masih terdapat UMKM yang tetap bertahan dengan melakukan sejumlah inovasi serta penyesuaian di tengah krisis yang ada. Mereka adalah UMKM yang telah berupaya melakukan digitalisasi pada bisnisnya, baik dalam bidang produksi maupun transaksi.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih mengatakan, Covid-19 menimbulkan perubahan besar pada pola konsumsi masyarakat. Perubahan tersebut didorong oleh keterpaksaan situasi yang mengharuskan pembeli melakukan transaksi secara digital demi keselamatan diri.

"Pengalaman digitalisasi tersebut akan membentuk perilaku masyarakat baru yang akan terus dibawa hingga pada masa new normal," ungkapnya.

Dia mengatakan, hal tersebut salah satunya tercermin dari peningkatan transaksi e-commerce. Baik dari volume penjualan, jumlah pembeli, hingga jumlah penjual.

Pada Februari-Mei 2020, Filia mencatat adanya kenaikan 44% jumlah pembeli melalui layanan e-commerce. Kenaikan juga terjadi pada jumlah pedagang di e-commerce yang bertambah hingga 15%.

"Pembayaran digital atau digital payment melalui mobile banking, internet banking, dan SMS banking juga terus meningkat," ungkapnya.

Dia mengatakan, integrasi UMKM dengan sistem digital melalui e-commerce adalah hal yang penting untuk dilakukan. Selain itu, para pelaku bisnis UMKM juga harus mulai melek sistem-sistem pembayaran digital yang dikelola oleh para pelaku jasa fintech.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia mengatakan, selain harus dapat melakukan digitalisasi, UMKM pun harus memiliki diverisifikasi produk dan pasar agar dapat tetap bertahan di tengah krisis.

"Pasca Covid ini menujukan bahwa barangsiapa yang dekat dengan teknologi maka hidupnya akan lebih mudah. Sementara yang jauh memang akan lebih susah," ungkapnya.

"Maka sebisa mungkin lakukan diversifikasi produk dan pasar. Kalau produk A bermasalah, maka produk B bisa bertahan dan mensubsidi pemasukan," kata dia.

Ridwan Kamil juga meminta agar para pelaku bisnis UKM dapat menyertakan keterangan standar keamanan atau kesehatan produknya. Pasalnya, saat ini masyarakat dinilai akan cenderung lebih selektif dalam memilih produk yang aman demi kesehatan.

"Semua produk harus ada standar keamanannya terutama kesehatan. Covid-19 ini mengajarkan kita untuk senantiasa berkolaborasi dan berinovasi agar pasokan terus terjamin," kata dia.


Sumber: Ayobandung.com


Friday, September 4, 2020

Butuh Waktu Berapa Lama Agar Pasien Penderita Covid-19 Dapat Sembuh?

Berapa Lama Orang yang Terinfeksi Bisa Sembuh dari Virus Corona? Halaman  all - Kompas.com
Sumber : google.com


Julia Henry seorang ahli fisioterapi di New Hampshire, Amerika Serikat mengatakan butuh waktu hingga berbulan-bulan bagi dirinya untuk bisa sembuh dari Covid-19. Padahal, anak dan suaminya telah sembuh dalam waktu satu hingga dua pekan.

Awalnya ibu berusia 40 tahun itu mulai merasakan sakit dan batuk kering pada akhir bulan Maret. Dan ia membutuhkan waktu hingga dua bulan untuk dinyatakan sembuh dari Covid-19

"Selama lebih dari dua bulan, saya tidak bisa melakukan banyak hal," kata Henry dilansir dari Health 24, Senin (27/7).

Namun setelah tiga bulan akhirnya ia mulai kuat untuk melakukan hal-hal normal sehari-hari. Setidaknya, ia sudah bisa bermain dengan anak-anak atau memasak makan malam untuk keluarga.

Henry merasa, pemulihannya dari Covid-19 berbeda dengan yang lain. Sebagaimana laporan WHO, mereka yang terinfeksi covid-19 dengan kategori ringan dapat pulih dalam dua pekan, sedangkan mereka dengan kasus yang lebih parah membutuhkan waktu hingga enam minggu untuk bisa pulih.

Mereka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh mengaku memiliki gejala menetap, mulai dari masalah ringan, seperti kehilangan kemampuan indra pengecap atau indra penciuman, hingga yang gangguan yang lebih serius, seperti jantung berdebar, nyeri dada, sesak napas, kelelahan ekstrem, kesulitan kognitif, atau demam yang berulang. Masih belum diketahui apakah gejala-gejala ini akhirnya akan sembuh atau apakah justru menandakan kerusakan permanen dari virus.

"Sudah enam bulan sejak virus terdeteksi di China, jadi tidak ada yang bisa memberi tahu kita dengan pasti apakah ini adalah komplikasi jangka pendek atau jangka panjang," kata ahli jantung di New York City, Dr Samer Kottiech.

Sebanyak 90 persen pasien yang berkosultasi setelah infeksi Covid-19 mengalami gejala yang berkepanjangan. Contohnya, mereka yang terinfeksi pada Maret mengaku belum pulih sepenuhnya.


Friday, April 17, 2020

BNI Call Sekarang Hadir 24 Jam Demi Melayani Nasabah Setia BNI

Call Center 24 Jam BNI 1500046 – INFOPERBANKAN.COM
Sumber: google.com
Pemerintah telah menghimbau perusahaan di daerah dengan risiko tinggi penularan virus corona (COVID-19) untuk menjalankan sistem work from home, sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus mematikan tersebut.

Namun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) tetap memaksimalkan pelayanannya dengan bantuan teknologi. Ini yang memungkinkan pelayanan terhadap nasabah tetap berjalan. Dengan bantuan gadget dan koneksi internet, nasabah tetap dapat bertransaksi dan berinteraksi dengan petugas bank, dalam hal ini petugas BNI Contact Center, tanpa perlu keluar dari rumah.

Pemimpin Unit Pusat Layanan Pelanggan BNI Rahmat Pertinda mengatakan bahwa BNI mendukung penuh himbauan pemerintah terkait work from home.

Layanan BNI Call 1500046 tetap bertugas secara prima untuk membantu nasabah yang memerlukan layanan perbankan BNI. "Nasabah tetap dapat menghubungi layanan phone banking BNI Call 1500046 selama 24 jam untuk mendapatkan bantuan dari petugas tanpa harus meninggalkan rumah.

BNI Call 1500046 dapat melayani permintaan informasi, perubahan data, penanganan keluhan dan transaksi melalui BNI phone banking," ujar Rahmat di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (17 Maret 2020).

Rahmat menambahkan, pada situasi ini nasabah dapat memanfaatkan layanan e-channel BNI seperti BNI Mobile Banking, BNI Internet Banking, BNI SMS Banking, dan ATM BNI. Apabila mengalami kendala, silakan hubungi 1500046.

Sumber: katadata.co.id

Thursday, April 16, 2020

Teori Konspirasi: China Menciptakan Virus Corona Untuk Menangkan Persaingan Melawan AS

Nasi Sudah Jadi Bubur, Partai Komunis China Sangat Menyesal ...
Sumber: google.com
Sejak munculnya Virus Corona baru (COVID-19), berbagai analisis dan spekulasi, mulai dari yang ilmiah hingga yang bersifat Teori Konspirasi, terkait lahirnya virus tersebut terus bermunculan.

Beberapa Teori Konspirasi yang sempat menghebohkan adalah bahwa Virus Corona baru ini disebarkan oleh militer AS yang datang ke China untuk mengikuti olimpiade olahraga, ada pula yang mengatakan virus ini adalah senjata biologis ciptaan China di sebuah laboratorium di Wuhan, dan ada pula yang menyebut virus ini tidak disebarkan melainkan tidak sengaja 'lolos' dari laboratorium di Wuhan.

Kini sebuah Teori Konspirasi senada kembali muncul, dalam Teori Konspirasi baru ini dikatakan bahwa Virus Corona bukanlah senjata biologis melainkan alat propaganda China untuk menunjukkan kapabilitasnya dalam perang melawan virus. Dengan virus ini, China berusaha membuktikan bahwa mereka setara atau bahkan lebih baik dari Amerika Serikat.

Salah satu sumber menyebut bahwa keadaan saat ini adalah dampak dari penutupan informasi yang paling merugikan sepanjang masa. Sumber lainnya mengatakan bahwa penularan awal virus dari kelelawar ke manusia - terkait hal ini, individu tersebut dikatakan sebagai pekerja laboratorium di Wuhan yang kemudian berbaur ke masyarakat.

"Keyakinan ini beradasarkan dokumen dan bukti sumber terbuka dan rahasia," kata sumber tersebut yang dikutip oleh media Amerika Serikat, Fox News, Kamis (16/4).

Dalam dokumen rahasia yang menjadi sumber itu, dikatakan bahwa pasar hewan di Wuhan, yang digadang-gadang sebagai asal muasal virus - sejak awal tidak pernah menjual kelelawar. Dokumen itu mengatakan China berusaha mengaburkan informasi dan menutupi kesalahan laboratorium dengan mengkambing hitamkan pasar hewan.

Terkait hal ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan jajarannya tengah melakukan pemeriksaan dengan sangat teliti terkait situasi saat ini.

Sebelumnya pada Januari 2018, seorang pejabat Kedutaan Besar AS pernah memperingatkan tentang sistem keselamatan yang tidak memadai di laboratorium Institut Virologi Wuhan. Ia juga mengungkapkan informasi di mana para ilmuwan melakukan penelitian berbahaya dengan Virus Corona pada kelelawar.

"Yang kami tahu bahwa virus ini berasal dari Wuhan, China. Kami tahu ada Institut Virologi Wuhan yang hanya beberapa mil jauhnya dari tempat pasar hewan. Masih banyak yang harus dipelajari. Anda harus tahu bahwa Pemerintah Amerika Serikat bekerja keras untuk mengetahuinya," kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

Pompeo sendiri mengatakan bahwa AS tahu China tengah mengerjakan program tersebut dan menjelaskan bahwa banyak negara yang melakukan program serupa. Namun, perbedaannya adalah negara-negara yang terbuka dan transparan memiliki kemampuan mengendalikan dan menjaga keamanan, serta memberi izin pengamat dari luar untuk melakukan pengawasan terhadap penelitian.

Sumber: Akurat.co

Jepang Umumkan Darurat Nasional Pandemi COVID-19, Jumlah Infeksi Terus Meningkat

Jepang Umumkan Darurat Nasional, Terjadi Lonjakan Kasus Baru Virus ...
Sumber: google.com
Jepang telah menetapkan status Darurat Nasional Virus Corona (COVID-19) menyusul meningkatnya kasus di negara tersebut. Langkah ini memungkinkan pemerintah untuk memaksa warganya tetap berada di rumah, meski begitu pelanggarnya tidak akan menerima konsekuensi hukum.

Keadaan darurat akan tetap berlaku sampai 6 Mei.

Perdana Menteri Shinzo Abe sebelumnya menyatakan keadaan darurat selama sebulan di tujuh wilayah.

"Area di mana keadaan darurat harus dilakukan akan diperluas dari tujuh prefektur ke semua prefektur." katanya, dilansir dari laman BBC, Jumat (17/4).

Karena jumlah infeksi di Jepang telah meningkat, kritik terhadap respons Abe semakin keras. Salah satu survei menunjukkan 75 persen masyarakat memandang pedana menteri terlambat menetapkan status Darurat Nasional.

Setelah lonjakan baru-baru ini dalam kasus-kasus di ibu kota Tokyo, para ahli memperingatkan bahwa fasilitas medis darurat kota itu bisa runtuh di bawah tekanan. Para pejabat di Tokyo juga mendesak orang untuk bekerja dari rumah.

Setelah fase awal status darurat diberlakukan pada 8 April lalu, sejumlah gubernur regional lainnya menyerukan langkah-langkah untuk diperluas ke daerah mereka seiring dengan meningkatnya kasus dan semakin beratnya kerja sektor kesehatan.

Dua asosiasi medis darurat Jepang juga mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan bahwa mereka sudah merasakan runtuhnya sistem medis darurat.

Wali kota Osaka mengimbau orang-orang untuk menyumbangkan jas hujan mereka, sehingga mereka dapat digunakan sebagai alat pelindung diri (APD) bagi petugas kesehatan yang katanya dipaksa untuk membuat APD dari kantong sampah.

Sumber: Akurat.co

Kakek Veteran Berusia 99 Tahun ini Berhasil Sembuh dari Virus Corona

Image
Sumber: google.com
Seorang veteran Perang Dunia II asal Brasil berhasil sembuh dari virus corona (COVID-19) yang menjangkitinya. Veteran berusia 99 tahun itu juga menerima penghargaan militer pada hari Selasa (14/4) setelah sembuh.

Letnan Dua Ermando Piveta, yang bertugas di artileri Brasil di Afrika selama Perang Dunia II, dibawa keluar dari Rumah Sakit Angkatan Bersenjata di Brasil. Keluarnya Piveta disambut dengan tiupan terompet dan tepuk tangan riuh.

Mengenakan topi hijau tentara, ia mengangkat tangannya ke udara ketika meninggalkan rumah sakit setelah delapan hari dirawat.

"Dia memenangkan pertempuran lain, kali ini melawan virus corona. Dia keluar dari rumah sakit pada hari yang sama dengan Brasil memperingati 75 tahun kampanye pasukannya yang berhasil dalam Pertempuran Montese di Italia selama Perang Dunia II," kata pihak militer dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman France24, Kamis (16/4).

Piveta bertugas di resimen artileri keempat tentara yang dilatih di Dakar pada tahun 1942, segera setelah Brasil memasuki perang di pihak sekutu.

Dia kemudian kembali ke Brasil dengan resimennya untuk mempertahankan negara dari invasi Axis, beruntung invasi itu tidak pernah terjadi.

Brasil adalah negara yang paling terdampak di Amerika Latin dalam pandemi virus corona, dengan 28.912 kasus dan 17.60 kematian sejauh ini.

Sumber: Akurat.co

Seri Formula F1 Berpotensi Digelar di Austria Tanpa Penonton

What the teams said - Race day in Austria | Formula 1®
Sumber: google.com
Austria berpotensi menjadi seri pembuka Formula 1 (F1) 2020 setelah Grand Prix (GP) Prancis berkemungkinan dibatalkan seiring diperpanjangnya masa lockdown akibat pandemi Virus Corona (Covid-19).

Menteri Olahraga Austria, Werner Kogler, menyatakan kesiapannya jika harus menjadi tuan ruma F1 pada 5 Juli mendatang. Kogler juga tak masalah jika balapan yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring tersebut berlangsung tanpa penonton.

"Pada prinsipnya, saya telah diberitahu oleh F1 sendiri bahwa dari sudut pandang mereka, ini benar-benar bisa berhasil. Bahkan jika harus melewati masa isolasi terlebih dahulu," ucap Kogler sebagaimana dikutip dari Motorsport.

"Tetapi saya tidak ingin ikut campur dengan hal itu, saya hanya ingin tahu bahwa peraturan yang ada sedang diterapkan. Yang terpenting bagi kami adalah social distancing harus tetap diterapkan."

Kogler juga menyebut pembatasan pendatang di bisa menjadi masalah tersendiri bagi para tim yang berpartisipasi. Namun, Kogler meyakinkan pembatasan pendatang bisa diatasi dengan menerapkan anjuran tes kesehatan yang berlaku di Austria.

"Dengan begitu ini semua harus dipertimbangkan dengan adanya pembatasan masuk dan keluar negara. Saya tidak ingin memberi kebebasan, namun semuanya hanya perlu menerapkan isolasi dan menunjukkan sertifikat kesehatan agar memungkinkan menggelar balapan," lanjut Kogler.

Pemerintah Austria sendiri telah menerapkan lockdown berskala besar pada Selasa (14/4) waktu setempat. Selain itu, pembatasan sosial juga diterapkan untuk mencegah penularan corona lebih lanjut.

Sumber: Akurat.co

Wednesday, April 15, 2020

Pemkot Pangkalpinang Jamin Warganya Tidak Ada yang Kelaparan Selama Pandemi Covid-19 Berlangsung

Pasar Tradisional Dijadikan Pusat Perekonomian
Sumber: google.com
Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjamin seluruh warga di kota itu tidak akan ada yang kelaparan saat terjadi wabah COVID-19 yang sudah pandemik global saat ini.

"Saya berani memberikan jaminan kepada masyarakat Kota Pangkalpinang tidak akan mengalami kelaparan, persediaan bahan pangan pokok sumbangan pihak ketiga dan aparatur sipil nergara (ASN) mencukupi dan siap disalurkan," kata Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil di Pangkalpinang, Kamis (16/4/2020).

Dia meminta warga yang mampu dan tidak terlalu membutuhkan untuk tidak meminta bantuan sembako sehingga persediaan yang ada bisa disalurkan ke yang benar-benar membutuhkan dan lebih tepat sasaran.

"Bagi masyarakat yang memang memerlukan dan tidak memiliki persediaan makanan di rumah, saya yakinkan mereka pasti yang pertama kali dibantu, silakan laporkan kepada kami di mana rumahnya, akan langsung kami kirimkan bantuannya," katanya.

Ia berharap kepada masyarakat untuk terus membangun semangat bergotong royong, bersama-sama melawan corona, tidak ada lagi saling hujat, karena untuk menanggulangi hal ini semuanya harus bersatu.

"Pemkot Pangkalpinang akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat agar bisa bersama-sama mengatasi bencana yang sedang terjadi," ujarnya.

Peran serta masyarakat dalam tindakan pencegahan penyebaran virus juga diharapkan, yaitu dengan tetap melakukan PHBS dan mengikuti instruksi pemerintah dan Maklumat Kapolri.

"Kita harus optimistis mampu menjaga kota ini terhindar dari penyebaran COVID-19," pungkasnya.

Sumber: Akurat.co

Google Siapkan Dana Bantuan untuk Industri Media

Google to launch messaging service similar to WhatsApp - Egypt ...
Sumber: google.com
Media lokal di suatu negara merupakan sarana vital untuk menghubungkan masyarakat dan komunitas dalam kondisi normal. Kini, industri Media sedang memainkan peran yang bahkan lebih besar dalam melaporkan berita terkait karantina wilayah, perintah tinggal di rumah, penutupan sekolah dan fasilitas umum, serta data mengenai dampak COVID-19 terhadap kehidupan sehari-hari

Melihat kondisi tersebut, peran yang sedang dilakukan itu dianggap sebagai tantangan yang belum pernah dialami sebelumnya yang menghadapkan industri Media dengan berbagai hal seperti pemberhentian, penonaktifan sementara, dan pengurangan karyawan akibat pelemahan ekonomi karena dampak COVID-19.

Dalam hal ini, Google News Initiative menyatakan bahwa pihaknya berencana memberikan bantuan dengan meluncurkan Dana Bantuan Darurat Jurnalisme yang diyakini sangat diperlukan kepada ribuan penerbit berita kecil, sedang, dan lokal di seluruh dunia.

"Bantuan ini terbuka bagi lembaga berita yang memproduksi berita orisinal bagi komunitas lokal selama krisis ini dan jumlahnya akan berkisar dari beberapa ribu dolar bagi redaksi hiperlokal kecil, hingga beberapa puluh ribu dolar bagi redaksi yang lebih besar, dengan variasi sesuai wilayah masing-masing," tulis Google dalam keterangan resminya yang diterima tim AkuratIptek, Kamis (16/4/2020).

Mulai hari ini, para penerbit berita di seluruh dunia bisa mendaftar untuk mendapatkan bantuan ini para pemimpin redaksi Media harus mengisi data lengkap melalui formulir pendaftaran yang akan ditutup pada Kamis, 30 April 2020, jam 13.59 WIB.

"Kami telah menyederhanakan prosesnya sebisa mungkin agar kami bisa secepatnya membantu penerbit berita di seluruh dunia yang memenuhi syarat. Kami akan mengumumkan penerima dana bantuan dan cara penggunaan dananya dalam beberapa minggu selanjutnya," tambah Google.

Selain itu, perusahaan juga menyadari bahwa ada risiko bagi para wartawan yang meliput pandemi virus Corona di garis depan. Untuk itu Google.org memberikan 1 juta dolar AS secara kolektif kepada International Center for Journalists, yang berencana untuk menyediakan sumber daya yang bisa langsung dipakai untuk membantu para wartawan di seluruh dunia, dan kepada Dart Center for Journalism and Trauma di Columbia Journalism School, yang membantu para jurnalis yang mengalami kejadian traumatis selama krisis ini.

Berita hari ini adalah kelanjutan dari upaya-upaya lain yang telah Google lakukan untuk mendukung industri berita dan menyediakan akses ke informasi bermutu bagi masyarakat dalam masa sulit ini.

"Penting bagi kami untuk melakukan apa yang bisa kami lakukan demi meringankan beban finansial organisasi-organisasi Media dan kami akan terus mencari cara-cara lain untuk membantu dan akan mengumumkannya dalam waktu dekat," pungkasnya.

Sumber: Akurat.co

Tuesday, April 14, 2020

Ini Dia Tata Cara Pemakaman Jenazah Pasien Positif dan PDP Corona di Sleman

Cerita Pengubur Jenazah COVID-19: Rela Tak Pulang Berhari-hari ...
Sumber: google.com
Pemerintah Kabupaten Sleman mengeluarkan standar atau aturan mengenai tata laksana penanganan jenazah pasien positif COVID-19 dan pasien dalam pengawasan (PDP). Semua tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sleman nomor 443/00987 tanggal 14 April 2020.

Surat ini ditujukan pada direktur rumah sakit pemerintah dan swasta, para camat, dan kepala desa se-Kabupaten Sleman. Edaran ini dibuat berdasarkan beberapa pedoman.

Pertama, yakni Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 dan Nomor 59 Tahun 2016; Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2436/SJ tanggal 17 Maret 2020; dan Keputusan Bupati Sleman tentang status tanggap darurat COVID-19 serta Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019.

Adapun aturan tersebut, yakni pasien COVID-19 atau PDP yang meninggal di rumah sakit pemulasaraan jenazahnya dilakukan oleh rumah sakit sesuai dengan protokol kesehatan.

Sementara, pasien PDP yang meninggal di rumah, jenazahnya dievakuasi oleh rumah sakit yang mengawasi pasien tersebut dan selanjutnya pemulasaraan jenazahnya dilakukan oleh rumah sakit sesuai dengan protokol kesehatan.

"Rumah sakit berkoordinasi dengan keluarga untuk memutuskan tempat pemakaman yang dipilih," bunyi poin ketiga surat edaran tersebut.

Selanjutnya, rumah sakit menginformasikan data jenazah ke Call Center Jenazah Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman melalui nomor telepon 081359111600. Kemudian, jenazah diverifikasi identitas beserta alamat tinggalnya.

"Apabila jenazah adalah warga Sleman atau bertempat tinggal di Sleman maka dapat dilayani pemakaman di Tempat Pemakaman Umum Madurejo Prambanan," lanjut isi surat itu.

Namun, apabila keluarga menghendaki pemakaman di TPU Madurejo Prambanan maka Dinkes Sleman akan berkoordinasi dengan Dinsos Sleman terkait pembiayaan dan DPUPKP Sleman terkait penyiapan tempat pemakaman.

Berikutnya, Dinkes menghubungi BPBD Sleman untuk proses pengamanan perjalanan ambulans jenazah. Dilanjut dinkes yang menghubungi rumah sakit untuk pemberangkatan jenazah menuju ke TPU Madurejo Prambanan.

Dimakamkan di tempat pemakaman setempat

Apabila keluarga menghendaki pemakaman di tempat pemakaman setempat, maka sebelum jenazah diberangkatkan dari rumah sakit, keluarga harus berkoordinasi dengan RT/RW/Padukuhan untuk kelancaran proses pemakaman.

Dukuh, setelahnya harus menghubungi Gugus Tugas Desa dan Kecamatan dan Gugus Tugas Kecamatan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menenangkan dan mengedukasi warga tentang aspek kesehatan jika diperlukan, serta mengamankan proses pemakaman.

"Penggalian dan penimbunan liang lahat dilaksanakan oleh masyarakat sedangkan penurunan jenazah ke liang lahat dilakukan oleh petugas. Gugus Tugas Kecamatan menginformasikan data tempat pemakaman kepada Call Center Jenazah Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman," demikian bunyi surat itu.

Dinkes lalu menghubungi rumah sakit untuk pemberangkatan jenazah ke tempat pemakaman yang dituju. Setelah sebelumnya menghubungi BPBD dan Satpol PP untuk proses pengamanan jenazah dari rumah sakit sampai dengan tempat pemakaman.

Surat ini juga mencantumkan seluruh alur pemakaman jenazah COVID-19 atau PDP dari rumah sakit sampai ke tempat pemakaman secara singkat.

"Jenazah yang pemulasaraannya dilakukan rumah sakit dan mengikuti alur pemakaman dinyatakan aman bagi masyarakat dan lingkungan," bunyi poin terakhir surat itu.

Sumber: Akurat.co

Monday, April 13, 2020

Canggihnya ATM Beras Gratis di Vietnam, Ringankan Beban Warga di Masa Lockdown

News | Canggihnya ATM Beras Gratis di Vietnam, Ringankan Beban ...
Sumber: google.com
Seorang pengusaha di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, telah menciptakan alat mirip ATM, tetapi yang dikeluarkannya adalah beras gratis. Alat ini pun sangat berjasa bagi warga yang kesulitan akibat kehilangan pendapatan di tengah lockdown nasional demi memutus rantai penyebaran Virus Corona.

Dilansir dari Reuters pada Selasa (14/4), kasus COVID-19 di Vietnam telah mencapai 265 kasus, tetapi tidak ada pasien meninggal dunia. Meski begitu, kebijakan pembatasan sosial selama 15 hari mulai 31 Maret lalu telah memukul perekonomian. Banyak usaha kecil tutup sehingga ribuan orang kehilangan pekerjaannya.

Suami Nguyen Thi Ly termasuk salah satunya.

"ATM Beras ini sangat membantu. Sekantong beras ini cukup untuk makan sehari. Sekarang kami hanya perlu makanan lainnya. Kadang tetangga kami membagi sedikit makanan atau kami memasak mi instan," kata ibu 3 anak tersebut.

ATM itu mengeluarkan 1,5 kg beras untuk orang-orang yang membutuhkan. Banyak di antaranya adalah pedagang asongan atau orang-orang yang mendapat penghasilan harian, seperti tukang bersih-bersih atau penjual lotere.

Hoang Tuan Anh merupakan pengusaha yang menggagas mesin ini. Awalnya, ia mendonasikan sejumlah bel pintu cerdas ke rumah sakit di Kota Ho Chi Minh. Kemudian, teknologinya diperluas merambah pembagian makanan. ATM serupa juga telah dipasang di kota besar lainnya, seperti Hanoi, Hue, dan Danang.

Meski karyawan yang memantau ATM Beras menolak berkomentar, Anh mengatakan bahwa ia ingin orang-orang merasa masih bisa mendapat makanan meski kesulitan ekonomi saat ini.

"Saya menyebut mesin ini sebagai ATM Beras karena orang bisa 'menarik' beras dari sini, sehingga mereka yakin masih ada orang baik di luar sana yang ingin memberi mereka kesempatan kedua," ungkap Anh.

Meski banyak orang di negara ini dapat mengandalkan jaring pengaman sosial dan pemerintah merilis paket stimulus untuk membantu masyarakat yang paling rentan, sebagian warga yang hidup di bawah garis kemiskinan, seperti Ly dan keluarganya, belum menerima cukup bantuan.

"Saya tahu ATM Beras ini dari internet. Saya datang untuk memeriksanya dan takjub itu benar-benar keluar. Saya sangat berharap para donatur akan terus melakukan ini sampai pandemi berakhir," tutur Ly.

Sumber: Akurat.com

Sunday, April 12, 2020

MUI Rumah akan Terang dengan Solat, Alquran dan Ibadah Lain

MUI Anjurkan Tidak Bersalaman untuk Cegah Korona
Sumber: google.com
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan wabah COVID-19 merupakan momentum untuk menjadikan rumah sebagai pusat kegiatan ibadah saat Ramadhan.

"COVID-19 membuat kebiasaan-kebiasaan yang biasa dilakukan saat Ramadhan perlu diadaptasi. Pembatasan kerumunan bukan berarti pembatasan ibadah," kata Ni'am saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta sebagaimana disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia, Senin (13/4/2020).

Ni'am mengatakan Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan umat Islam untuk menerangi rumah dengan shalat, membaca Al Quran, maupun ibadah lain agar tidak gelap seperti kuburan.

Ramadhan 1441 H akan terjadi pergeseran kebiasaan beribadah. Meskipun adzan tetap dikumandangkan di masjid, tetapi ibadah-ibadah Ramadhan dilakukan di rumah.

"Hikmah wabah COVID-19 hari ini, rumah kita akan menjadi terang dengan shalat, membaca Al Quran, dan ibadah lain di dalam rumah," tuturnya.

Begitu pun dengan kegiatan-kegiatan lain yang lazim dilakukan saat Ramadhan, juga bisa tetap dilakukan dengan cara lain dengan memanfaatkan teknologi.

"Biasanya buka bersama, kita ganti dengan mengirimkan makanan ke rumah-rumah mereka yang membutuhkan. Pengajian-pengajian di masjid, kita ubah dengan pengajian secara daring bersama ustadz-ustadz yang terpercaya," katanya.

Ni'am juga mengingatkan umat Islam untuk tetap berpuasa dengan benar meskipun hanya di dalam rumah dengan makan sahur dan berbuka secukupnya.

"Puasa adalah benteng dari paparan COVID-19. Puasa akan meningkatkan kesehatan. Berpuasa dengan benar akan meningkatkan imunitas tubuh kita dari virus Corona," katanya.

Sumber: Akurat.co

Ditengah Darurat Covid-19MUI Ajak Masyarakat Percepat Tunaikan Zakat

Penjelasan Lengkap Boleh Tidaknya Membayar Zakat dengan Uang ...
Sumber: google.com
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Asrorun Niam Sholeh mengajak umat Islam untuk sesegera mungkin menunaikan Zakat seiring kebutuhan mendesak bagi mustahik yang kian rentan karena wabah Covid-19.

"Mempercepat Zakat untuk fakir miskin meski harta kita belum setahun kepemilikan, ini dimungkinkan dan dibolehkan. Ini untuk meringankan Beban saudara kita," kata Niam dalam jumpa pers bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jakarta, Senin (13/4/2020).

Adapun Zakat mal merupakan suatu kewajiban bagi Muslim jika hartanya memenuhi nasab senilai minimal 85 gram emas dan haul/waktu kepemilikan satu tahun. Niam mengatakan dalam kondisi Covid-19 Zakat mal agar dikeluarkan tanpa harus menunggu satu tahun.

Menurut dia, hal tersebut penting bagi umat Islam untuk segera menunaikan Zakat tersebut sesuai kondisi dan urgensi saat ini.

"Bagi yang berkecukupan agar menyisihkan yang terdampak langsung atau tidak langsung. Kita ringankan derita pasien, tenaga medis dengan APD, saudara yang wafat karena Covid-19," kata Niam yang juga menyebut Zakat dapat meringankan penderitaan golongan rentan.

Dalam rangka menghindari kontak langsung yang dapat menjadi sarana penularan Covid-19, Niam mengajak Zakat agar disalurkan melalui daring atau online kepada badan dan lembaga amil Zakat terpercaya.

Selain Zakat, dia mengatakan terdapat sedekah yang memiliki dimensi luas tidak hanya terkait harta. Sedekah dapat menolak bala. Menyingkirkan duri dari tengah jalan demi kemaslahatan orang banyak juga termasuk sedekah.

"Terdapat banyak Pengangguran karena tidak ada aktivitas ekonomi kita bantu dengan membagi sedekah. Kita senasib sepenanggungan dengan mereka. Kita ibarat satu tubuh. Jika ada satu anggota tubuh yang menderita, maka yang lain akan merasakan demam dan kesakitan," katanya.

Menghindari kerumunan dan menerapkan segala protokol keselamatan Covid-19, kata dia, juga merupakan sedekah yang berpahala karena dapat menghindarkan penyakit menular bagi khalayak umum.

"Kerelawanan kita dalam perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan, kemudian tinggal di rumah tidak berkerumun, tidak mudik, itu juga sedekah," kata dia.

Niam juga mengajak umat dan masyarakat untuk bersedekah dengan diam tidak mencaci tindakan orang lain yang sedang bekerja menanggulangi Covid-19, menaati aturan.

"Jika tidak melakukan jangan mencaci dan tidak taat aturan. Itu perbuatan maksiat. Diamnya kita hari ini dapat menjadi sedekah," katanya.

Sumber: Akurat.co

Kasus Virus Corona Meningkat di Moskow, Antrian Ambulance Masuk RS Viral

some things I didn't know that make
Sumber: google.com
Sebuah video yang memperlihatkan antrean ambulans untuk masuk ke sebuah rumah sakit di Moskow viral. Rekaman diambil dari blok menara Moskow dan diunggah di Twitter pada hari Jumat (10/4) menunjukkan lebih dari 50 kendaraan dinas darurat antre di sekitar blok.

Ada pula video serupa yang direkam oleh orang lain, tetapi rekaman kedua itu diambil dari jalanan. Mereka mengatakan itu direkam di luar rumah sakit di Jalan Startovaya, di Distrik Losinoostrovsky di ibu kota Rusia.

"Gambarnya menakutkan. Ini tidak mungkin disembunyikan lagi," tulis pengunggah video, dilansir dari laman Independent, Senin (13/4).

Antrean diduga terjadi akibat kesalahan logistik, di mana pasien dikirim ke sana ketika tidak ada tempat tidur yang sebenarnya tersedia.

Dalam sebuah unggahan lainnya di Facebook, seorang pria yang mengaku sebagai pekerja ambulans mengunggah gambar yang menunjukkan antrean kendaraan layanan darurat di luar apa yang dia katakan adalah sebuah rumah sakit di Novogorsk, bagian lain di pinggiran Kota Moskow.

"Hari ini saya mengerjakan ambulans dengan shift malam. Seorang pasien dibawa dari Mitino ke rumah sakit di Novogorsk, rupanya di Moskow tidak ada tempat. Saya belum pernah melihat ini dalam enam tahun! Berdiri dalam antrean," kata pria bernama Oleg Pyhtin tersebut.

Rusia melaporkan 2.186 kasus Virus Corona pada hari Minggu (12/4), menjadikan total kasus nasional sebesar 15.770. Jumlah kematian terkait Virus Corona di negara itu naik 24 menjadi 130. Di Moskow - pusat wabah nasional - jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga meningkat dua kali lipat dalam beberapa hari terakhir.

“Aku bisa memberitahu Anda dengan pasti bahwa pandemi ini belum ada puncaknya. Kami berada di kaki puncak, bahkan di tengah," kata Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, dalam sebuah wawancara dengan kantor berita RIA.

"Saya hanya bisa mengatakan bahwa ujian serius ada di hadapan kita dan kita perlu bersiap untuk itu," tambahnya.

Sobyanin mengatakan kotanya secara bertahap akan mulai memperkenalkan sistem izin bagi penduduk yang ingin bergerak di sekitar kota sehingga pihak berwenang dapat menegakkan penutupan.

Warga di Moskow telah diperintahkan untuk tinggal di rumah kecuali mereka perlu melakukan perjalanan penting untuk membeli makanan atau mengakses perawatan medis yang mendesak.

Polisi mengatakan pada hari Kamis mereka telah menangkap 400 orang yang mengabaikan perintah dan menjatuhkan denda kepada mereka.

“Situasi mulai memburuk dari hari Senin. Jumlah pasien sakit parah dengan pneumonia terus bertambah. Terutama ketika kita melihat bahwa tidak semua orang mengikuti batasan yang telah ditetapkan," kata Sobyanin, seraya menambahkan bahwa ia merasa tidak punya pilihan selain memperkenalkan sistem izin.

Di Moskow, masuknya pasien sudah mendorong rumah sakit dan ambulans menuju batas mereka, kata Wakil Wali Kota Anastasiya Rakova.

Rusia mencatat jauh lebih sedikit kasus Virus Corona baru daripada banyak negara Eropa Barat pada tahap awal wabah, tetapi penghitungan kasus resmi mulai meningkat tajam bulan ini. Pejabat sampai akhir bulan lalu mengatakan bahwa situasinya terkendali dan tidak ada epidemi.

Narasi berubah setelah Sobyanin, yang telah mengambil peran penting dalam krisis, mempertanyakan kebenaran angka resmi dan mengatakan situasi sebenarnya jauh lebih buruk daripada yang terlihat.

Sumber: Akurat.co

Ketika di Roma (2/2)

Jalan Romawi kuno melintasi bentang alam, dari Skotlandia hingga Mesopotamia, Rumania hingga Sahara. Dan jalan Romawi paling awal dibangun u...