Showing posts with label Sunda Empire. Show all posts
Showing posts with label Sunda Empire. Show all posts

Sunday, March 8, 2020

Sunda Empire Ancam Sial Seumur Hidup Jika Tidak Mau Bergabung

Image result for sunda empire
Sumber: google.com
Kelompok Sunda Empire menarik perhatian public lewat media sosial. Kelompok ini memaksa agar semua orang ikut bergabung ke dalam kelompok Sunda Empire. jika tidak, maka akan mengalami kesialan seumur hidup.
Hal tersebut terlihat dalam video unggahan akun Instagram @makassar_iinfo. Terlihat seorang pria mengenakan seragam layaknya militer beorasi di hadapan puluhan orang berseragam sama.
Pria yang berorasi itu menyebutkan bila kekuasaan negara-negara di dunia seperti Inggris dan Amerika Serikat akan berakhir pada 15 Agustus 2020. Sebelum kekuasaan itu berakhir, ia mengajak semua orang bergabung dalam Sunda Empire untuk mempersiapkan diri.
Tak hanya itu, ia mengancam orang-orang yang enggan bergabung dalam Sunda Empire maka akan dilanda kesialan. Ia akan memiliki utang seumur hidup hingga kiamat. "Kita siapkan waktu itu dimana setiap orang hadir untuk memperpanjang negerinya atau kalau tidak mereka akan berhutang sampai dunia kiamat," kata pria dalam video tersebut.

Pria itu juga menegaskan Sunda Empire membuka diri bagi negara-negara lain untuk bergabung dan memaafkan kesalahan negara-negara tersebut. Ia menyebut kelompok mereka sebagai Sunda Kekaisaran Matahari. "Kita bisa mengampuni sistem penggunaan aset-aset bumi asal mereka ke Bandung mendaftar diri pada sistem imperium dunia namanya Kekaisaran Sunda Kekaisaran Matahari," ungkapnya. Saat pria itu mengakhiri orasinya, para pengikutnya kompak memberikan tepuk tangan meriah.

Formulir Pendaftaran Sunda Empire Beredar, Ini Penjelasa Polisi

Image result for formulir pendaftaran sunda empire
Sumber: google.com

Media Sosial kembali digegerkan dengan munculnya sebuah surat formulir pendaftaran yang mengatasnamakan Sunda Empire. Pada bagian kop formulir pendaftaran tertera lambang Sunda Empire dan bertuliskan “Pusat Tatanan Dunia dan Penguasa 4 Elemen Angin, Air, Tanah dan Api.
Selain itu, dibagian kiri atas, tertulis Distrik Rancamanyar, Planet Namek. Sementara itu, pada bagian kolom identitas terdiri atas nama lengkap, nama samaran, nomor HP, tempat/tanggal lahir, marga, golongan darah dan alamat.
Tak hanya itu dibagian bawahnya, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota Sunda Empire serta diminta mengikuti kegiatan Sunda Empire untuk menguasai dunia, diantaranya:
1. Membayar biaya pendaftaran Rp5.000.000
2. Foto copy KTP, surat nikah dan SHM Tanah.
3. Bersedia mengikuti ospekan Sunda Empire.
4. Menyerahkan foto 4x6 sebanyak (200 lembar).
5. Bersedia belajar jurus Kamehameha dan Kagebunshin.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, surat tersebut bukan bagian dari barang bukti yang di sita oleh penyidik dalam penetapan tiga petinggi Sunda Empire sebagai tersangka penyebaran berita bohong.
"Tidak termasuk sebagai barang bukti dalam penetapan tersangka," ujarnya, seperti diberitakan Ayobandung.com, Kamis (30/1/2020). Dia mengungkapan sampai saat ini, pihaknya tengah menelusuri kebenaran surat formulir pendaftaran tersebut, dan bahkan belum menemukan surat bukti fisik. "Sampai dengan saat ini, penyidik belum menemukan formulir tersebut dan formulir bukan bagian dari barang bukti expose," katanya.

Fakta Tentang Sunda Empire

Image result for sunda empire
Sumber: google.com
Sumber dana yang digunakan oleh Sunda Empire dalam setiap kegiatannya berasal dari iuran anggotanya, ungkap Kombes Hendra Suhartiyono, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar.
Diketahui sejauh ini Sunda Empire tidak memiliki keraton atau markas, sehingga setiap kali berkegiatan selalu dilakukan di luar ruangan. Bahkan, beberapa kali bertempat di Isola Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan satu kali di Gasibu, Bandung.
Sedangkan untuk anggaran yang digunakan berasal dari para anggotanya. "Kemarin waktu di UPI, kita tanya dia iuran," ujarnya di Mapolda Jawa Barat, Rabu (29/1/2020). Dia menjelaskan anggota kelompok ini diperkirakan mencapai seribu orang dari berbagai latar belakang.
Berdasarkan keterangan saksi, Sunda Empire tidak memungut uang dari anggotanya. "Sampai saat ini belum. Penyidik pemeriksaan kepada saksi dan tersangka tidak ada pungutan," kata Hendra. Terkait motif berdirnya kelompok ini, Hendra mengaku masih dalam mendalaminya.
Namun mereka mengklaim bisa menyejahterakan masyarakat dunia. "Motifnya, masih dalami intinya memastikan bahwa Sunda Empire ini bisa sejahterakan rakyat dunia. Bukan jabar saja," sebutnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan tiga petinggi Sunda Empire yakni NB, RRN, dan KAR sebagai tersangka penyebaran berita bohong.  Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU RI No. 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara.

Sumber: Ayosemarang.com

Ki Ageng Rangga Sasana Menyatakan Sunda Empire Pemilik Seluruh Bumi

Image result for ki ageng rangga
Sumber: google.com
Ki Ageng Rangga Sasana salah satu petinggi kelompok Sunda Empire, menyebut Sunda Empire sebagai pemilik seluruh bumi. Ia mengaku pernah menjabat sebagai Gubernur Jendral Nusantara Teritorial. Pangkatnya Letnan Jendral Imperial Forces The Pentagon. Sehingga nama lengkapnya Letnan Jenderal Imperial Forces The Pentagon Ki Ageng Rangga Sasana.
Saat diwawancarai lewat sambungan telepon, Ki Ageng Sasana mengatakan seharusnya bangga dengan keberadaan Sunda Empire. Dia mengatakan, Sunda Empire sebagai pemilik seluruh bumi. Bahkan bisa menyelamatkan Indonesia.
"Saat NKRI lahir, Bung Karno menyerahkan tanah kepada Rusia. Dilanjut oleh Suharto yang menyerahkan tanah kepada Cina dan Amerika Serikat. Kalau tidak ada Sunda Empire-Earth Empire Indonesia akan habis negara ini," ujar Ki Ageng Rangga Sasana.
Ki Ageng Rangga Sasana mengatakan tidak mempermasalahkan adanya ketidaksetujuan atas Sunda Empire - Earth Empire. Ia mempersilakan siapapun yang berkeberatan untuk mengadu ke Mahkamah Internasional. "Anggota kami itu seluruh pemerintahan di muka bumi dan rakyat yang ada di bumi," katanya.
Ki Ageng Rangga Sasana menegaskan, Sunda Empire tidak memiliki hubungan dengan Totok Santoso yang mengaku Raja dari Keraton Agung Sejagat. Menurutnya, Totok ditangkap polisi justru karena mendirikan kerajaan tanpa izin dari Sunda Empire.
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan banyak orang stress di Indonesia. Dia mengatakan itu saat dimintai tanggapannya oleh wartawan terkait kemunculan dan keberadaan Sunda Empire di Bandung yang mirip dengan Keraton Agung Sejagat Ridwan Kamil mengatakan sebelum kemunculan Sunda Empire itu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Namun, dia sudah mendapatkan laporan dari Kapolda Jabar. "Lagi diteliti Polda (Jabar), ini banyak orang stres di Republik ini. Menciptakan ilusi-ilusi yang sering kali romantisme-romantisme sejarah ini ternyata ada orang yang percaya juga menjadi pengikutnya," kata Gubernur Emil menjawab pertanyaan wartawan soal keberadaan "Sunda Empire".
"Kalau ada aspek pidana kita akan tindak. Ke warga fokus kita gunakan rasio dalam berkehidupan. Gunakan aturan perundang-undangan jangan percaya terhadap hal hal tidak masuk dalam logika akal sehat," lanjut dia.
Sebelumnya, Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Bandung, Sony menjelaskan kabar keberadaan Sunda Empire di Bandung yang mirip dengan Keraton Agung Sejagat telah mencuat sejak 2018. "Jadi Sunda Empire itu kejadiannya 2018. Sudah di tangani dari Kodim. Jadi ini latah aja karena kejadian yang di Purworejo itu. Ini kejadian 2018 itu diramaikan lagi," kata Sony.

Sunda Empire tidak terdaftar sebagai organisasi masyarakat oleh Kesbangpol. Sehingga ia menyimpulkan Sunda Empire adalah perkumpulan yang ilegal. Namun sebelumnya, kata dia, keberadaan Sunda Empire telah ditangani dan dibubarkan oleh pihak Kodam III/Siliwangi pada 2018 lalu. Pada saat itu, pihaknya memang ikut menelusuri keberadaan Sunda Empire. Dengan demikian, ia mengatakan, mereka bersama polisi dan TNI akan selalu mengawasi organisasi ilegal semacam Sunda Empire. "Pasti (diawasi), itu kan aparat Kepolisian dan TNI yang pasti akan memantau terus pergerakan-pergerakan seperti itu," Ujar nya.

Sumber: AyoSemarang.com

Ketika di Roma (2/2)

Jalan Romawi kuno melintasi bentang alam, dari Skotlandia hingga Mesopotamia, Rumania hingga Sahara. Dan jalan Romawi paling awal dibangun u...