Showing posts with label Anies Baswedan. Show all posts
Showing posts with label Anies Baswedan. Show all posts

Sunday, March 15, 2020

Anies Ancam Lockdown DKI Jakarta Jika Masyarakat Tak Taat

Image result for transjakarta hari ini
Sumber: google.com
Anies Baswedan meminta kepada semua warganya untuk mengikuti berbagai kebijakan yang diambil oleh Pemerintah untuk mengantisipasi penularan Covid-19

Gubernur DKI Jakarta itu memangkas jam operasional dan mengurangi armada angkutan umum di Jakarta. Tujuannya untuk mengurangi mobilitas warga di luar rumah dengan harapan meminimalkan kontak fisik antar sesama.

“Kalau kita mentaati, maka Jakarta tak perlu ditutup. Karena warganya sudah memilih untuk berada di rumah untuk mengurangi interaksi fisik. Tidak perlu memaksakan,” kata Anies di Balai Kota saat menyampaikan pemangkasan  operasional Angkutan Umum Minggu (15/3/2020) malam.
Beliau mengatakan, banyak kota di luar negeri berhasil melakukan isolasi karena warganya sadar dan taat dengan himbauan pemerintah. Hal ini yang diharapkan Anies agar warga Jakarta bisa mencontoh tindakan tersebut.

“Di berbagai negara, harus dilakukan penutupan, tindakan, karena warganya mengikuti anjuran dari pemerintahnya agar tinggal di rumah.
Anies kembali meminta supaya warga Jakarta betul-betul mengikuti semua kebijakan yang sudah ia ambil saat ini dalam upaya meminimalisir penularan wabah asal Wuhan China ini.

“Bila warga mengikuti anjuran tinggal di Rumah, maka Insya Allah kita tidak harus melakukan dalam bentuk peraturan yang Unprosment nya sederhana,” tegasnya.

Kendati demikian, pemangkasan operasional angkutan umum ini malah berimbas pada penumpukan penumpang pada Senin (16/3/2020) pagi.

Anteran mengular dan terjadi kerumunan orang, hal yang sangat tidak diinginkan oleh Anies
Dikutip dari akun @jktinfo, desak-desakan  penumpang terlihat di halte Transjakarta Pinang Ranti, dan Tosari. Bahkan ada beberapa halte yang semula sepi kini malah diserbu penumpang seperti halte Garuda di Taman Mini Indonesia Indah.

Sementara itu, Dinda salah satu pengguna Transjakarta juga mengeluhkan hal ini. Dia menyebut
antrean mengular lantaran ada pembatasan orang untuk masuk kedalam halte Transjakarta.

Dinda bahkan mengatakan dirinya sudah sejam lebih mengantre di halte Transjakarta Kalideres Jakarta Barat.
“Gila sih ini udah pada marah-marah. Ada ibu-ibu daritadi marah-marah,” kata Dinda.

Sumber: Akurat.co

Tuesday, March 3, 2020

Hanya di Kantor Anies, Kantor Wali Kota hingga Kelurahan Tidak Ada Pencegahan Corona

Image result for Pencegahan Corona hanya di Kantor Anies, Kantor Wali Kota hingga Kelurahan Tidak Ada
Sumber: Akurat.co

Akses masuk ke Gedung Balai Kota DKI Jakarta tempat Gubernur Anies Baswedan berkantor mulai diperketat. Baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun masyarakat biasa yang datang bakal diukur suhu badannya.
Mereka yang bersuhu badan tinggi yakni 38 derajat celsius ke atas tak diperkenankan masuk. Hal ini diklaim sebagai langkah tanggap pencegahan penularan virus Covid-19.
Sayangnya upaya pencegahan ini hanya dilakukan di Balai Kota  DKI saja, sementara kantor Wali Kota, Kelurahan dan Kecamatan di seluruh DKI Jakarta tak diterapkan cara demikian. 
Padahal aktivitas warga, umumnya terjadi di tingkat Kelurahan dan Kecamatan seperti pengaduan masalah atau urusan administrasi surat menyurat terjadi di dua tingkat pemerintah ini.
“Saat ini di Balai Kota aja,” kata Kepala Biro Umum DKI Jakarta Budi Awaluddin saat dikonfirmasi Rabu (4/3/2020).
Budi mengaku cara pencegahan dini Virus Corona dengan melakukan pengukuran Suhu Badan ini bakal diusahakan diterapkan di semua kantor-kantor milik Pemda DKI.
Hanya saja saat ini pihaknya memiliki alat pengukur Suhu Badan yang terbatas. Bahkan di Balai kota saja hanya ada tiga thermometer yang digunakan petugas.
“Sementara ada 3 (alat pengukur Suhu Badan) ini kita lagi usahakan mengadakan lagi supaya tercover,” ucapnya.
Sebagai informasi,Pemerintah pusat telah mengkonfirmasi bahwa virus corana telah masuk ke Indonesia. Pasien pertama adalah dua Warga Depok Jawa Barat.
Salah satu diantaranya disebut-sebut tertular di Jakarta saat menghadiri pesta dansa di kawasan Kemang Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Warga Depok ini berinteraksi dengan seseorang berkewarganegaraan Jepang namun berdomisili di Malaysia. Warga Jepang ini kabarnya kini sedang menjalani perawatan medis di Malaysia sepulang dari Jakarta. Dia positif corona.

Sumber: Akurat.co

Monday, March 2, 2020

Tanggapan Anies Baswedan Menangani Corona Virus di DKI Jakarta


Image result for anies menanggapi corona virus
Sumber: google.com
Pada Senin, 2 Maret 2020. Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat positif terjangkit Covid-19 atau yang biasa disebut virus Corona.
Minyikapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung bergerak membentuk tim khusu untuk penanganan dan pencegahan terhadap Covid-19 ini.. “Pada hari ini, saya kan mengungumkan apa yang kemarin sudah saya sampaikan bahwa DKI Jakarta membentuk tim tanggap Covid-19,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Anies membeberkan, tim tanggap Covid-19 beranggotakan, Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik DKI Atika Nur Rahmania, Plt Kepala BPBD DKI Sabdo Kurnianto. 
Kemudian, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Taufan Bakri, Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Cucu Ahmad Kurnia serta Kepala Biro Perekonomian DKI Mochamad Abbas.
“Tim ini akan bekerja full, memiliki base di kantor Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengakui aktivitas bisnis di Jakarta tak lepas dari keterlibatan orang asing yang keluar masuk Ibu Kota. Hal ini membuat Jakarta jelas menjadi rawan tertular virus yang bermula di Wuhan China itu.
“Jakarta sebagai Ibu Kota, pusat kegiatan bisnis, pusat kegiatan perekonomian memiliki interaksi dengan dunia internasional yang amat tinggi. Karena itu, kita sejak awal Januari, pertengahan Januari sudah mulai membahas mengenai kekhawatiran munculnya Covid-19 di Indonesia khususnya di Jakarta,” tegasnya.
Sebelumnya, Anies juga telah megeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Virus  Corona Disease (COVID-19). 
Ingub tersebut diteken Anies pada Selasa (25/2/2020) lalu. Anies menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pemprov DKI mulai dari asisten sekretariat daerah, wali kota, bupati, dinas, camat, lurah, badan, biro hingga kepala rumah sakit dan puskesmas untuk menyosialisasikan penyebaran dan pencegahan virus ini.
"Mendukung dan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pengendalian risiko penularan infeksi COVID-19 di wilayah Provinsi DKI Jakarta," tulis Anies dalam salinan ingub tersebut.

Sumber: Akurat.co

Ketika di Roma (2/2)

Jalan Romawi kuno melintasi bentang alam, dari Skotlandia hingga Mesopotamia, Rumania hingga Sahara. Dan jalan Romawi paling awal dibangun u...