Showing posts with label BMKG. Show all posts
Showing posts with label BMKG. Show all posts

Wednesday, June 29, 2022

Kalender Air dari BMKG Semacam Buku Hidup Bagi Warga Suku Asmat Papua

MGR Aloysius Murwito selaku Uskup dari Keuskupan Agung Kota Agats, Kabupaten Asmat, Papua, mengatakan bahwa Suku Asmat biasa memanfaatkan kalender air dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk bertahan hidup.

“Makanya BMKG buat kalender untuk satu tahun dan selalu bisa didapatkan pada awal tahun. Selain (kalender) Masehi, kami punya kalender air, ini semacam buku hidup di sini,” kata Uskup Aloysius saat ditemui ANTARA di Kota Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis.

Setelah hampir 20 tahun berada di Kota Agats, kata Uskup MGR Alysius Murwito, kalender air adalah kalender yang berisikan data-data yang bisa memantau setiap saat kondisi air laut.

Kalender air sangat berguna bagi pengemudi untuk mengarungi sungai dengan memperhatikan waktu pasang surut air sungai serta penduduk mencari bahan makanan seperti udang dan ikan.

“Ini penting sekali, karena untuk perjalanan tertentu. Belum tentu hari ini, jam ini kami bisa melewati jalur sungai ini. Untuk orang yang tidak akrab dengan sungai air pasang surut mutlak perlu,” ujar Aloysius.

Bila sungai surut atau yang dikenal Suku Asmat sebagai sungai Meti, masyarakat akan memanfaatkan waktu tersebut untuk bercocok tanam seperti sawi, bayam atau singkong, sebab air tidak akan menggenangi kebun.

Menurut Aloysius, masyarakat yang pekerjaan utamanya sebagai peramu atau pengumpul bahan sumber daya alam di daerah tertentu akan kesulitan untuk mencari sagu ataupun hasil hutan lainnya.

Sebagai peramu, masyarakat harus menebang pohon sagu, memeras ampas sagu dan mengangkatnya menjadi sari pati tepung dalam sebuah tas bernama noken. Biasanya dari satu pohon bisa mendapatkan dua hingga tiga noken tergantung dengan besarnya pohon.

“Artinya, mau tidak mau mereka harus mendapatkan hasil secukupnya, lain-lain tidak ada. Mereka sudah puas dengan itu, itu makanan pokok mereka. Ternak tidak ada, kalau mau makan babi mereka akan berburu di hutan,” kata dia.

Friday, May 20, 2022

BMKG Memprediksi Puncak Musim Kemarau di Papua Akan Terjadi pada Juni Hingga Agustus 2022

Kedatangan musim kemarau sangat berkaitan erat sekali dengan peralihan angina monsoon Asia menjadi Angin monsoon Australia. Untuk itu, Badan Meteoroligi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di Papua akan terjadi pada Juni dan Agustus 2022 mendatang.

“BMKG memprediksi angin monsoon Australia mulai aktif pada akhir April 2022 dan mulai mendominasi pada bulan Mei hingga Agustus 2022,” ujar Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura, Hendro Nugroho.

Adapun untuk provinsi di Papua terdisi dari 4 Zona musim yakni Zona Musim 339,340,341, dan 342. Dari 4 Zona Musim tersebut, 50% diperkirakan akan mengalami musim kemarau lebih awal yaitu pada bulan Mei 2022. Sedangkan 50% sisanya diperkirakan akan mengalami kemunduran musim kemarau yaitu pada bulan Juni hingga Juli 2022.

“Sifat hujan pada musim kemarau tahun ini dibandingkan dengan data rata-rata klimatologis akumulasi musim hujan kemarau periode 1991-2020, maka kondisi musim kemarau tahun ini diprakirakan normal atau sama dengan rerata klimatologis untuk semua zona musim,” ujarnya.

Untuk itu BMKG merekomendasikan yang dapat dilakukan selama menghadapi musim kemarau adalah agar semua pihak dari pemerintah daerah, stakeholder, hingga masyarakat agar tetap waspada. Khususnya untuk masyarakat yang berada di zona musim 341 dan 342.

“Kemudian pemerintah daerah dan masyarakat di daerah yang rawan kekurangan air bersih diharapkan dapat melakukan penyimpanan air pada masa peralihan musim hujan ke musim kemarau. Selain itu selama masa pancaroba atau masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, masyarakat perlu mewaspadai potensi terjadinya angin kencang dan hujan lebat yang disertai kilat, petir,” katanya.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V selaku koordinator UPT BMKG di Provinsi Papua terus berusaha menyediakan layanan terbaik untuk mendukung kesejahteraan dan keselamatan masyarakat di Papua.

“Maka itu diharapkan semua pihak dapat bersinergi menentukan langkah dan kebijakan, menghadapi musim kemarau dengan tangguh,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru mengatakan peringatan dini bencana hidrometeorologi bagi masyarakat Kota Jayapura perlu dioptimalkan. Masyarakat harus mendapatkan akses peringatan dini bencana hidrometorologi secara cepat dari BMKG.

“Peringatan dini sangat penting sebab Kota Jayapura merupakan salah satu kota di Papua yang memiliki risiko bencana hidrometeorologi tinggi,” ujarnya.

Sunday, April 5, 2020

Jakarta Dipresiksi BMKG Akan HUjan Senin Siang

BMKG Prediksi Jabodetabek akan Diguyur Hujan Lebat Hari Ini Hingga ...
Sumber: google.com
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian wilayah Jakarta diguyur Hujan dengan intensitas ringan pada Senin siang dan malam hari.

BMKG memperkirakan Hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Senin siang, sedangkan wilayah lainnya diperkirakan berawan.

Pada malam hari, Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan akan membasahi Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sedangkan cuaca berawan diperkirakan akan bertahan hingga Selasa dini hari.

Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi Hujan petir di sejumlah wilayah ibu kota pada siang dan sore hari.

"Waspada potensi Hujan kilat atau petir dengan durasi singkat di wilayah Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur pada siang dan sore hari," menurut data yang dilansir dari situs resmi BMKG.

Berdasar data BMKG pada Senin pagi, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara diperkirakan akan diselimuti cuaca berawan dari Senin siang hingga Selasa dini hari.

Jakarta Barat diperkirakan Hujan pada siang hari, dan diselimuti cuaca berawan dari Senin malam hingga Selasa dini hari. Sedangkan Jakarta Selatan dan Jakarta timur diprediksi mengalami Hujan ringan yang disertai petir dan angin kencang.

Kemudian, di wilayah Kepulauan Seribu, cuaca berawan akan menyelimuti wilayah tersebut pada Siang dan malam hari serta diguyur Hujan ringan pada Selasa dini hari.

Secara keseluruhan dari prakiraan cuaca di Jakarta pada Senin rentang suhu udara Jakarta berkisar 24-33 derajat Celsius. Dengan kelembaban udara akan berkisar sekitar 80 hingga 100 persen.

Sumber: Akurat.co

Thursday, March 19, 2020

Siap-siap DKI Jakarta Akan Diguyur Hujan Disertai Kilat dan Petir

Image result for hujan petir dan kilat
Sumber: google.com

DKI Jakarta akan turun hujan disertai kilat dan petir pada sore hingga malam hari pada Jumat 20 Maret 2020. Hal ini diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Berdasarkan laman resminya, www.BMKG.go.id menyebutkan bahwa wilayah yang akan turun hujan disertai kilat dan petir itu yakni, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat akan diguyur hujan pada Jumat (20/3/2020) malam.
Adapun untuk Jakarta Utara kemungkinan akan cerah berawan sepanjang hari, sedangkan Kepulauan Seribu diprakirakan menikmati hujan lokal pada Sabtu dini hari.

Sumber: Akurat.co

Sunday, March 1, 2020

Hujan Deras Guyur Beberapa Daerah di Provinsi Papua Barat

Image result for Hujan di provinsi papua barat
Sumber: google.com
Beberapa Daerah di Provinsi Papua Barat diguyur hujan lebat pada Senin, 02 Maret 2020. Tercatat hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Provinsi Papua Barat tersebut terjadi sejak pukul 07:30 WIT. Dan diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 10:10 waktu setempat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sorong melalui grup sosial medianya menyebutkan, Hujan Lebat ini terjadi di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.
Diperkirakan akan meluas hingga wilayah Kabupaten Maybrat, Tambrauw dan Sorong Selatan.

 Sumber: Akurat.co

Ketika di Roma (2/2)

Jalan Romawi kuno melintasi bentang alam, dari Skotlandia hingga Mesopotamia, Rumania hingga Sahara. Dan jalan Romawi paling awal dibangun u...