Showing posts with label Hujan es. Show all posts
Showing posts with label Hujan es. Show all posts

Monday, August 1, 2022

Pemkab Lanny Jaya Pasok 8,9 Ton Beras Pasca Hujan Es di Distrik Kuyawage

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua, telah mengirim atau memasok 8,9 ton beras untuk warga yang terkena bencana kekeringan di Distrik Kuyawage.

Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Lanny Jaya Tendien Wenda melalui telepon, Kamis, mengatakan pihaknya baru mengetahui adanya kekeringan di distrik itu.

“Kami, pemerintah daerah, telah mengambil langkah untuk mengatasinya. Beras 8,9 ton yang sudah diturunkan dengan sembilan bahan pokok lengkap. Sudah dikirim ke Kuyawage,” katanya dilansir Antara Sabtu (30/7/2022).

Sekda mengatakan bencana kekeringan ini berada pada skala sedang atau berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang cukup parah.

Walau demikian, setelah memperoleh informasi dari warga, pemerintah langsung membentuk tim untuk turun ke distrik.

Dari hasil ke lapangan, diketahui empat kampung di Kuyawage yang terdampak.

“Masyarakat terdampak itu 500 jiwa di Distrik Kuyawage, 61 orang sakit sehingga kami, pada Senin, akan rapat dan turunkan kekuatan penuh Dinkes dan peralatan lengkap,” katanya.

Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan penanganan lebih lanjut sebab biasanya setelah bencana kekeringan, akan diikuti dengan hujan es.

“Kalau hujan es turun maka semua tanaman yang sudah kering, bahkan ubi atau keladi yang ada di dalam tanah itu membusuk dan bau. Itu yang biasanya membuat masyarakat mengungsi ke daerah Puncak, Puncak Jaya, Lanny Jaya dan sekitarnya,” katanya.

Wednesday, July 27, 2022

Warga kumpulkan donasi untuk warga Kuyawage yang terdampak hujan es

Warga yang tergabung dalam Forum Peduli Bencana Alam Kuyawage membuka pos untuk menggalang bantuan bagi warga Kuyawage yang terdampak hujan es yang terjadi pada pertengahan Juli 2022 lalu. Pos penggalangan bantuan itu dibuka di depan Bank Papua cabang Lanny Jaya di Tiom, ibu kota Kabupaten Lanny Jaya, sejak 25 Juli hingga 30 Juli 2022.

“Selama seminggu ke depan, kami akan membuka pos penggalangan dana bagi korban bencana alam hujan es di Kabupaten Lanny Jaya. [Pos itu kami buka] di depan Bank Papua Kabupaten Lanny Jaya,” kata Koordinator Aksi Forum Peduli Bencana Alam Kuyawage, Jimy Kogoya saat dihubungi melalui panggilan telepon pada Selasa (26/7/2022).

Hujan es yang terjadi di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, pada pertengahan Juli 2022. Hujan es itu mengakibatkan kebun warga kekeringan, dan membuat kulit ternak mengelupas. Dalam beberapa pekan, hujan es itu juga akan membuat umbi-umbian di kebun warga berair dan rusak.

Hujan es itu menimbulkan ancaman kelaparan, karena warga Kuyawage dikhawatirkan akan semakin kesulitan mencari bahan pangan pada September – Oktober.

Jimy Kogoya menyatakan penggalangan dana Forum Peduli Bencana Alam Kuyawage itu melibatkan organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan gereja. “Kami melibatkan pemuda gereja, Komite Nasional Pemuda Indonesia, dan Kamar Adat Pengusaha Papua untuk melakukan penggalangan dana, bahan makanan, pakaian layak pakai, untuk diserahkan kepada warga Kuyawage,” kata Kogoya.

Kogoya mengatakan penggalangan bantuan itu juga melibatkan mahasiswa asal Lanny Jaya yang berkuliah di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya “Kami tunggu mereka. Kalau mereka sudah melakukan aksi penggalangan dana, kami akan mengantarkan bantuan itu ke Kuyawage, agar digunakan oleh masyarakat yang terdampak hujan es,” katanya.

Kogoya mengatakan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Pemerintah Kabupaten Puncak dan Pemerintah Kabupaten Nduga harus merespon ancaman terjadinya kelangkaan bahan pangan di Kuyawage, agar tidak berkembang menjadi kelaparan. “Kami meminta pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi bencana kelaparan di sana,” kata Kogoya.

Monday, July 25, 2022

Fenomena Hujan Es di Distrik Kuyawangi Papua, Warga Terancam Kelaparan

Hujan es yang melanda di Distrik Kuyawangi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua pada pekan lalu telah merusak kebun warga setempat.

Fenomena hujan es membuat tanaman pangan di kebun warga rusak karena kekeringan, sehingga panenan pada musim ini terancam gagal. Pemerintah daerah setempat diminta mengantisipasi ancaman kelaparan di sana.

Salah satu warga Distrik Kuyawage, Nipson Murib mengatakan hujan berupa es yang terjadi di wilayahnya pada pekan lalu membuat kebun para warga kekeringan. Menurut Murib, fenomena yang berkaitan dengan cuaca itu biasanya terjadi dua tahun sekali.

“Hujan es berdampak kepada tanaman masyarakat. Sayur-sayuran segar [menjadi] kering, ubi-ubi yang besar akan berair [dan] tidak bisa dikonsumsi lagi,”katanya.

Murib mengatakan para warga Distrik Kuyawage membutuhkan kiriman bahan makanan. “Saat ini tanaman warga di Kuyawage mengalami kekeringan. Selain tanaman, biasanya  pohon-pohon juga mengalami kekeringan akibat hujan es. Warga membutuhkan cadangan makanan,” katanya.

Murib mengatakan Kuyawage berada di antara tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Nduga, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Lanny Jaya. Ia berharap pemerintah ketiga kabupaten itu dapat membentuk tim untuk menyalurkan bahan makanan bagi warga Kuyawage.

“Kami sementara mendata kondisi masyarakat di lapangan. Kami bersama pemuda dan mahasiswa di Jayapura akan membuka pos bantuan untuk masyarakat yang mengalami musibah di Kuyawage,”katanya.

Selain Kebun Warga Kekeringan, Kepala Distrik Kuyawage: Hujan Es sebabkan kulit Hewan Ternak Terkelupas

Kepala Distrik Kuyawage Melkias Telenggen membenarkan banyak kebun warga di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, rusak karena hujan es. Telenggen menyatakan hujan es itu membuat kebun warga kekeringan, dan membuat kulit ternak mengelupas.

“Benar terjadi hujan es mengakibatkan kerugian warga. Semua perkampungan di Distrik Kuyawage mengalami hujan es yang membuat kebun warga mengering,” kata Telenggen saat dihubungi Jubi melalui panggilan telepon pada Sabtu (23/7/2022).

Ia menyatakan hujan berupa bola atau serpihan es itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban terluka. Akan tetapi, kebun warga kekeringan, sehingga warga Distrik Kuyawage kesulitan mencari bahan makanan.

Telenggen menyatakan ubi yang masih ditanam di dalam tanah saat ini terlihat baik, namun biasanya akan rusak dalam dua pekan setelah hujan es terjadi. “Daun ubi yang biasanya digunakan untuk pakan ternak rusak karena kekeringan,” katanya.

Menurutnya, hewan ternak warga, biasanya berupa babi, juga terdampak. Hewan ternak yang tidak berada di kandang saat hujan serpihan es terjadi kulitnya mengelupas. Sementara hewan ternak yang berada di kandang saat hujan es tetap dalam kondisi sehat. Akan tetapi, ketersediaan pakan ternak diperkirakan akan semakin berkurang.

Telenggen memperkirakan warga akan kekurangan bahan makanan pada Agustus hingga Oktober mendatang. “Saya prediksi berdasarkan pengalaman yang lalu, pada bulan Agustus hingga Oktober masyarakat akan mengalami kelaparan,” kata Telenggen.

Telenggen mengatakan saat ini warga secara mandiri mulai berbelanja bahan makanan “Masyarakat Kuyawage mereka ambil bahan makanan dari Kabupaten Lanny Jaya, menggunakan uang pribadi untuk mengangkut bahan makanan. Kami mengharapkan ada bantuan [dari pemerintah],” katanya.

Menurut Telenggen, Pemerintah Distrik Kuyawage dan gereja setempat tengah menyusun proposal permintaan bantuan bahan makanan yang akan dikirimkan kepada Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, maupun pemerintah kabupaten tetangga seperti Puncak dan Nduga.

Telenggen menyatakan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya akan menurunkan tim untuk meninjau dampak hujan serpihan es di Kuyawage pada Minggu (24/7/2022) besok.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari semua pihak, sebab dampak hujan es akan kami rasakan dalam dua bulan mendatang. Pada tahun 2015, kami mengalami hujan es yang membuat perkebunan warga rusak, dan ternak mati. Saat itu pemerintah membantu kami dengan makanan, minuman, dan pakaian,” katanya.

Friday, July 22, 2022

Hujan es membuat kebun warga di Kuyawage kekeringan

Hujan es yang melanda di Distrik Kuyawangi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua pada pekan lalu telah merusak kebun warga setempat. Hujan es membuat tanaman pangan di kebun warga rusak karena kekeringan, sehingga panenan pada musim ini terancam gagal. Pemerintah daerah setempat diminta mengantisipasi ancaman kelaparan di sana.

Salah satu warga Distrik Kuyawage, Nipson Murib mengatakan hujan berupa es yang terjadi di wilayahnya pada pekan lalu membuat kebun para warga kekeringan. Menurut Murib, fenomena yang berkaitan dengan cuaca itu biasanya terjadi dua tahun sekali.

“Hujan es berdampak kepada tanaman masyarakat. Sayur-sayuran segar [menjadi] kering, ubi-ubi yang besar akan berair [dan] tidak bisa dikonsumsi lagi,”katanya.

Murib mengatakan para warga Distrik Kuyawage membutuhkan kiriman bahan makanan. “Saat ini tanaman warga di Kuyawage mengalami kekeringan. Selain tanaman, biasanya  pohon-pohon juga mengalami kekeringan akibat hujan es. Warga membutuhkan cadangan makanan,” katanya.

Murib mengatakan Kuyawage berada di antara tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Nduga, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Lanny Jaya. Ia berharap pemerintah ketiga kabupaten itu dapat membentuk tim untuk menyalurkan bahan makanan bagi warga Kuyawage.

“Kami sementara mendata kondisi masyarakat di lapangan. Kami bersama pemuda dan mahasiswa di Jayapura akan membuka pos bantuan untuk masyarakat yang mengalami musibah di Kuyawage,”katanya.

Ketika di Roma (2/2)

Jalan Romawi kuno melintasi bentang alam, dari Skotlandia hingga Mesopotamia, Rumania hingga Sahara. Dan jalan Romawi paling awal dibangun u...